Agustiar Sabran Minta Maaf, Jalur Khusus di Palangka Raya Disorot karena Cat Cepat Memudar

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Agustiar Sabran akhirnya angkat bicara terkait sorotan masyarakat terhadap proyek jalur khusus pejalan kaki, pelari, pesepeda hingga pengguna sepeda listrik di Kota Palangka Raya yang dinilai bermasalah meski baru selesai dikerjakan.

Dalam pertemuan rutin bersama insan pers di Istana Isen Mulang, Selasa (19/5/2026), gubernur secara terbuka mengakui adanya kekurangan pada pekerjaan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Kritik masyarakat mencuat setelah lapisan cat pada jalur khusus tersebut mulai memudar dalam waktu singkat. Kondisi itu memicu kekecewaan publik karena fasilitas yang digadang-gadang menjadi penunjang aktivitas warga justru dinilai tidak memenuhi standar kualitas.

Baca Juga :  Usai Bimtek, Kapolresta Palangka Raya dan Kapolda Kalteng Lepas Jalannya Patroli Pamapta

“Saya meminta maaf. Apabila masyarakat kecewa, saya juga sangat kecewa. Tapi saya tidak ingin menyalahkan dinas teknis. Di sini saya meminta maaf, tapi ingat ada konsekuensi yang akan diterima oleh dinas teknis nantinya,” tegas Agustiar di hadapan awak media.

Meski belum menunjuk pihak yang bertanggung jawab secara langsung, gubernur memastikan persoalan tersebut tidak akan dibiarkan. Pemerintah Provinsi Kalteng telah menurunkan tim Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan terhadap proyek yang kini menjadi sorotan publik itu.

Baca Juga :  Peduli Kasih Jelang Natal, Polda Kalteng Gelar Anjangsana ke 5 Panti Asuhan di Palangka Raya

“Benar, tim Inspektorat sudah turun ke lapangan sejak kemarin. Nanti pelaksana atau penyelenggaranya akan kami panggil. Prosesnya pasti berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap penyebab kualitas pekerjaan dinilai jauh dari harapan masyarakat. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pemberian sanksi terhadap pihak pelaksana maupun dinas teknis terkait.

Langkah evaluasi tersebut disebut sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memastikan pembangunan fasilitas publik dilakukan secara berkualitas dan tidak mengecewakan masyarakat. (rls/dgn/red)

Berita Terkait

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari
Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir
Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan
Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau
Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah
Maksimalkan Pengerjaan Drainase Sasaran TMMD, Alat Berat Dikerahkan
Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel
Sugie: Karhutla Tanggung Jawab Bersama, HKT Ajak Semua Pihak Bergerak 

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page