LINTAS KALIMANTAN | JAKARTA – Spekulasi mengenai kemungkinan masuknya putra daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) ke dalam jajaran Kabinet Merah Putih akhirnya terjawab. Dalam pelantikan perombakan kabinet atau reshuffle jilid kelima yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Selasa sore, tidak satu pun nama tokoh asal Bumi Tambun Bungai yang masuk dalam daftar pejabat baru.
Sebelumnya, publik di Kalimantan Tengah sempat dihangatkan oleh berbagai rumor yang menyebut sejumlah tokoh potensial dari daerah tersebut berpeluang mengisi posisi strategis di pemerintahan pusat. Dua nama yang paling santer diperbincangkan adalah Aswin Usop dan Erlin Hardi.
Namun, hingga prosesi pengambilan sumpah jabatan seluruh pejabat yang dilantik selesai dilaksanakan, kedua nama tersebut dipastikan tidak termasuk dalam susunan pejabat baru hasil reshuffle.
Pelantikan kali ini menunjukkan fokus Presiden Prabowo pada penguatan sektor-sektor yang dinilai strategis bagi agenda nasional, terutama bidang lingkungan hidup, komunikasi pemerintahan, serta ketahanan pangan.
Salah satu nama yang paling menyita perhatian publik adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, yang resmi dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Selain Dudung, Presiden juga melantik sejumlah tokoh lain untuk mengisi jabatan penting di kabinet dan lembaga negara.
Berikut daftar lengkap pejabat yang dilantik dalam reshuffle jilid kelima:
Muhammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP)
Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI)
Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan
Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi
Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia
Masuknya sejumlah nama tersebut dinilai menjadi bagian dari langkah Presiden untuk memperkuat efektivitas pemerintahan, terutama dalam menjawab tantangan nasional yang semakin kompleks.
Di sektor komunikasi, kehadiran Hasan Nasbi dan Muhammad Qodari dipandang sebagai upaya serius pemerintah dalam memperkuat narasi kebijakan publik serta membangun komunikasi yang lebih terstruktur antara pemerintah pusat dan masyarakat.
Sementara itu, di sektor pangan, penunjukan Hanif Faisol Nurofiq diharapkan mampu mempercepat program prioritas nasional, khususnya target swasembada pangan yang menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Prabowo.
Penguatan sektor pangan dinilai sangat penting di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, hingga kebutuhan menjaga stabilitas pasokan bahan pokok di seluruh wilayah Indonesia.
Di sisi lain, belum terakomodasinya tokoh asal Kalimantan Tengah dalam reshuffle kali ini menimbulkan beragam respons di tengah masyarakat daerah. Sebagian kalangan mengaku kecewa karena harapan untuk melihat keterwakilan putra daerah di tingkat kabinet belum terwujud.
Meski demikian, masyarakat Kalteng tetap menaruh harapan agar peluang tersebut masih terbuka pada perombakan kabinet berikutnya maupun melalui penempatan tokoh daerah pada posisi strategis lain di pemerintahan pusat.
Publik kini menantikan bagaimana formasi baru Kabinet Merah Putih mampu bekerja efektif dalam menuntaskan berbagai agenda strategis nasional, mulai dari penguatan ekonomi, ketahanan pangan, stabilitas lingkungan, hingga komunikasi publik pemerintahan. (*/rls/tim/red)








