LINTAS KALIMANTAN | GUNUNG MAS – Di tengah kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), jajaran Polres Gunung Mas bersama TNI, Kejaksaan, Kementerian Agama, tokoh agama, ASN dan masyarakat menggelar Shalat Istisqa untuk memohon turunnya hujan.
Shalat Istisqa digelar di halaman Masjid Agung Darun Najah, Jalan Letjen Soeprapto, Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun, Kamis (10/9/2026) pagi.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan dihadiri Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., Wakapolres Kompol Indras Purwoko, S.H., serta jajaran pejabat utama dan personel Polres Gunung Mas.
Turut hadir Kajari Gunung Mas Nugroho Wisnu Pujoyono, S.H., M.H., Dandim 1018/Gunung Mas yang diwakili Pasiops Kapten Inf Sutaji, Kepala Kantor Kementerian Agama Gunung Mas H. Abdul Majid Rahimi, S.Ag., Ketua MUI Gunung Mas KH. Fahmie, Ketua PCNU Gunung Mas Nofyan Gerhana, S.Sos., personel TNI, ASN, tokoh agama dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali pembacaan istigfar, dilanjutkan Shalat Istisqa dua rakaat, khutbah dan doa. Ustad Taufik, S.Ag. bertindak sebagai imam, sedangkan KH. Fahmie menyampaikan khutbah dan Ustad M. Hasybi, S.H.I. sebagai bilal.
Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi mengatakan Shalat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau dan Karhutla yang terjadi di wilayah Gunung Mas.
“Di samping upaya penanganan Karhutla yang terus dilakukan di lapangan, kita juga berikhtiar melalui doa bersama memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar hujan segera turun,” kata Arum.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ikhtiar spiritual, tetapi juga meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Kami berharap momentum ini semakin menguatkan kepedulian bersama untuk menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan maupun lahan,” ujarnya.
Sementara itu, dalam khutbahnya, Ketua MUI Gunung Mas KH. Fahmie mengingatkan jamaah agar meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta melakukan introspeksi di tengah kondisi kemarau.
Menurutnya, cuaca panas, Karhutla, kabut asap, kekeringan sungai hingga ancaman gagal panen menjadi kondisi yang harus dihadapi dengan kesabaran dan kepedulian bersama.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian alam dan menghindari aktivitas yang dapat merusak lingkungan, termasuk penebangan tanpa pemulihan serta pembakaran hutan dan lahan.
Shalat Istisqa tersebut menjadi momentum berkumpulnya berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, Kejaksaan, pemerintah, organisasi keagamaan hingga masyarakat. Selain memanjatkan doa agar hujan segera turun, kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pencegahan dan penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 09.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Polres Gunung Mas memastikan upaya penanganan Karhutla dan pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan di tengah kondisi kemarau. (sp)







