LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Kalimantan (ITSNUKA) mulai menunjukkan kiprahnya di tengah masyarakat. Melalui program pengabdian kepada masyarakat yang didanai Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), kampus muda tersebut memasang alat rekayasa filtrasi air adaptif portabel di Pondok Pesantren Darul Amin, Jalan Yos Sudarso IX, Kota Palangka Raya, Senin (20/7/2026).
Keberadaan alat tersebut memberikan akses tambahan air bersih untuk kebutuhan dapur pesantren yang dihuni sekitar 230 santri. Selain pemasangan alat, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Industri ITSNUKA juga menggelar sosialisasi serta pelatihan pengoperasian dan perawatan sistem filtrasi kepada santri dan pengurus pondok.
ITSNUKA yang baru berusia empat tahun menjadikan program ini sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Saat ini, Teknik Industri merupakan satu-satunya program studi yang dimiliki kampus tersebut.
Ketua pelaksana kegiatan, Airways Parlindungan Siahaan, S.T., M.T., mengatakan alat dirancang dalam bentuk portabel sehingga mudah dipindahkan sesuai kebutuhan.
“Harapan kami, alat ini dapat membantu penyaringan air dan meningkatkan sanitasi di lingkungan pondok pesantren,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Airways didampingi Sukardi dari Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Palangka Raya, Abdurrahman dari Program Studi Teknik Lingkungan ITSNUKA, serta mahasiswa Muhammad Zailani, Mufti Hafidi, dan Yuyun Ayomi.
Menurut Airways, program ini menjadi kegiatan pengabdian pertama ITSNUKA yang dilaksanakan secara khusus di Kalimantan Tengah.
“Sebagai kampus yang masih muda, kami ingin hadir dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Meski telah siap digunakan, air hasil filtrasi saat ini difokuskan untuk kebutuhan dapur, seperti mencuci bahan makanan dan perlengkapan memasak. Penggunaannya sebagai air minum masih menunggu hasil uji laboratorium sesuai standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Dalam sesi edukasi, tim pemateri mengingatkan bahwa air yang tampak jernih belum tentu aman dikonsumsi. Santri dibekali pemahaman mengenai tiga syarat air bersih berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010, yakni memenuhi standar fisik, kimia, dan biologis, termasuk bebas dari bakteri Escherichia coli.
Mereka juga menjelaskan bahwa penyaringan tradisional menggunakan pasir atau kain hanya mampu memperbaiki tampilan air, tetapi tidak menjamin hilangnya bakteri maupun zat kimia berbahaya.
Alat filtrasi yang dipasang menggabungkan beberapa media penyaring, mulai dari pasir silika, batu zeolit, karbon aktif berbahan arang cangkang kelapa sawit dan sekam padi, hingga membran Reverse Osmosis (RO). Sistem tersebut bekerja melalui empat tahap penyaringan sebelum air dialirkan ke tandon berbahan stainless steel.
“Sistemnya sebenarnya sudah setara dengan yang digunakan depot air minum isi ulang, hanya dibuat lebih portabel agar mudah dipindahkan,” jelas Airways.
Dari sisi keselamatan, alat juga dilengkapi Miniature Circuit Breaker (MCB) sebagai pengaman otomatis apabila terjadi korsleting listrik. ITSNUKA juga berencana melatih beberapa santri sebagai operator sekaligus penanggung jawab perawatan alat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Sekretaris Yayasan Al-Amin Palangka Raya, Gafuri Rahman, mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi harus dibuktikan melalui manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Sebagus apa pun nama sebuah universitas, kalau manfaatnya belum dirasakan masyarakat tentu belum cukup. Kegiatan ini membuktikan ITSNUKA telah memberikan manfaat yang besar bagi pondok kami,” katanya.
Selain pelatihan teknis, panitia juga melakukan evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Dokumentasi berupa testimoni santri turut direkam dan akan dipublikasikan melalui kanal YouTube resmi Teknik Industri ITSNUKA sebagai bagian dari diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat.
Melalui program ini, ITSNUKA menegaskan komitmennya untuk menghadirkan inovasi teknologi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di Kalimantan Tengah.(*/rls/sgn/red)







