Optimalkan Penanganan Karhutla, Kapolda Kalteng: Fokus Pembasahan Total Lahan Gambut

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 04:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya – Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah terus dilakukan secara terpadu. Meski sejumlah titik api berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan pembasahan karena potensi bara api di bawah permukaan lahan gambut masih dapat menghasilkan asap.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., saat mengikuti dialog PrimeTime News bertajuk “Stop Karhutla Kalteng, Cegah dan Tangani Bersama” melalui Zoom, Selasa (22/9/2026).

Dalam dialog tersebut, Kapolda menjelaskan bahwa kondisi kabut asap masih dirasakan, khususnya di Kota Palangka Raya. Polda Kalteng bersama jajaran Satgas Karhutla terus melakukan pemantauan untuk mendeteksi titik-titik kebakaran maupun lokasi yang menghasilkan asap.

“Untuk sementara perlu kami informasikan bahwa titik api hampir bisa kita padamkan. Tinggal saat ini yang kita lakukan adalah melakukan pembasahan karena ini adalah lahan gambut,” ujar Kapolda.

Menurutnya, karakteristik lahan gambut membuat penanganan kebakaran tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan. Api masih dapat bertahan di bawah permukaan tanah sehingga diperlukan proses pembasahan secara menyeluruh untuk mencegah munculnya kembali api dan mengurangi asap.

Baca Juga :  Polres Gunung Mas Ikuti Syukuran HUT ke-78 Polwan, Teguhkan Peran Humanis

“Walaupun api di atas sudah padam, masih ada api-api yang ada di bawah dan itu cukup banyak menghasilkan asap yang bisa berdampak kurang baik untuk kesehatan dan juga situasi lingkungan,” jelasnya.

Kapolda menegaskan, penanganan Karhutla di Kalteng dilakukan secara bersama-sama melalui Satgas yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah hingga unsur masyarakat.

Satgas tersebut bekerja di tingkat provinsi maupun kabupaten dengan pembagian tugas yang telah disiapkan untuk menghadapi potensi Karhutla, termasuk melakukan pemadaman dan pembasahan selama 24 jam melalui sistem pembagian shift.

“Intinya, Satgas yang sudah dibentuk di Provinsi Kalimantan Tengah ini bekerja bersama, bersinergi, berkolaborasi, dan sudah dibagi semua tugas-tugasnya, dan bekerja selama 24 jam,” ungkapnya.

Selain penanganan saat kebakaran terjadi, Kapolda mengatakan upaya pencegahan juga telah dilakukan sejak awal melalui pembinaan dan edukasi kepada masyarakat.

Bhabinkamtibmas, Babinsa, kepala desa serta unsur terkait lainnya dilibatkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Baca Juga :  Polres Gunung Mas dan Tim Gabungan Bergerak Cepat, Padamkan Karhutla 4 Hektare di Kurun Usai Deteksi Hotspot NASA

Menurut Kapolda, pencegahan harus terus dilakukan secara masif dengan membangun kesadaran masyarakat. Namun, upaya tersebut juga perlu dibarengi dengan solusi agar masyarakat memiliki alternatif dalam membuka lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.

“Pembinaan masyarakat harus kuat sehingga memiliki kesadaran untuk tidak membakar lahan,” tegasnya.

Ke depan, lanjut Kapolda, penanganan Karhutla juga perlu diperkuat melalui berbagai langkah antisipasi, seperti pembangunan kanal, embung, sumur bor di titik rawan, hingga menara pemantau.

Selain itu, diperlukan inovasi dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk membantu masyarakat dalam pembukaan lahan dengan cara yang lebih aman dan tidak menggunakan api.

“Bagaimana caranya masyarakat ini disadarkan supaya tidak membakar, tetapi juga perlu diakomodir bagaimana masyarakat bisa membuka lahan dengan cara yang mungkin kita bersama-sama dengan bantuan pemerintah dan stakeholder membantu masyarakat. Sehingga mereka tidak membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya.

Polda Kalteng bersama seluruh unsur Satgas Karhutla memastikan upaya pencegahan, pemadaman, pembasahan dan edukasi masyarakat terus berjalan sebagai bagian dari langkah bersama untuk menekan dampak Karhutla terhadap lingkungan, kesehatan dan aktivitas masyarakat.(*/rls/hms/red)

Berita Terkait

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Pahandut Tanam Jagung di Lahan Satu Hektare
Tindak Lanjuti Pencegahan Karhutla, Polres Gunung Mas Imbau Warga Tidak Membakar Lahan
Hari Minggu Tak Surutkan Semangat Personel Polda Kalteng Padamkan Karhutla Demi Masyarakat
Sinergi TNI-Polri dan Damkar, Tiga Desa di Rungan Terima Bantuan Air Bersih
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Satresnarkoba Polres Gunung Mas Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan
Sat Binmas Polres Gunung Mas Edukasi Pencegahan Karhutla kepada Umat Hindu Kaharingan
Di Tengah Kepungan Asap, Personel Polda Kalteng Terus Optimalkan Pemadaman Karhutla
Jumat Sehat, Sidokkes Polres Gunung Mas Periksa Kesehatan Personel

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Pahandut Tanam Jagung di Lahan Satu Hektare

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Tindak Lanjuti Pencegahan Karhutla, Polres Gunung Mas Imbau Warga Tidak Membakar Lahan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Hari Minggu Tak Surutkan Semangat Personel Polda Kalteng Padamkan Karhutla Demi Masyarakat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Sinergi TNI-Polri dan Damkar, Tiga Desa di Rungan Terima Bantuan Air Bersih

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Satresnarkoba Polres Gunung Mas Gelar Tes Urine di Tempat Hiburan

Berita Terbaru

LINTAS TNI

Kodam XXII/Tambun Bungai Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 

Senin, 12 Okt 2026 - 13:35 WIB

You cannot copy content of this page