
LINTAS KALIMANTAN | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulang Pisau, Merkurius Galan, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Kabupaten Layak Anak (KLA) yang saat ini memasuki tahapan verifikasi lapangan dan evaluasi secara hybrid oleh Tim Evaluator Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA RI).
Karena program KLA dinilai sebagai langkah strategis dalam menjamin pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak guna menciptakan sistem pembangunan yang berpusat pada anak serta mewujudkan generasi emas di masa depan.
Melalui komitmen pemerintah daerah yang diwujudkan dalam berbagai kebijakan, program, dan kolaborasi lintas sektor yang mencakup pemenuhan hak sipil dan kebebasan anak, penguatan lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, serta penyediaan layanan kesehatan, gizi, air bersih, dan sanitasi.
“Kami menyambut baik upaya Pemkab Pulang Pisau dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2025 ini,” ucap Galan.
Politikus Partai Demokrat tersebut menjelaskan bahwa Kabupaten Layak Anak merupakan wilayah yang mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media massa, gugus tugas, serta keluarga dalam menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak.
Menurutnya, anak merupakan aset bangsa yang sangat berharga dan generasi penerus pembangunan. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan ramah anak.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Kahayan Hilir, Jabiren Raya, Kahayan Tengah, dan Banama Tingang, Galan menegaskan bahwa komitmen Kabupaten Pulang Pisau dalam mewujudkan KLA bukan sekadar seremonial, tetapi telah diwujudkan melalui langkah nyata.
“Komitmen ini diwujudkan melalui kebijakan dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari memastikan setiap anak memiliki identitas, akses informasi yang ramah anak, hingga kebebasan berekspresi.
Selain itu, penguatan peran keluarga dalam pengasuhan positif serta pemenuhan layanan kesehatan, gizi, air bersih, dan sanitasi juga menjadi perhatian utama,” pungkasnya. (*/rls/spr/red)








