DKFF 2025 Resmi Ditutup, Sepuluh Desainer Terbaik Kalteng Unjuk Karya Angkat Wastra Lokal

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palangka Raya — Dekranasda Kalimantan Tengah Fashion Festival (DKFF) 2025 resmi ditutup dengan pergelaran busana yang menampilkan 70 model dari sepuluh desainer terbaik Kalimantan Tengah. Penutupan yang berlangsung di GPU Tambun Bungai, Palangka Raya, Minggu (14/12/2025), menjadi puncak perayaan kreativitas fashion berbasis kearifan lokal Bumi Tambun Bungai.

Pada malam penutupan, para desainer terpilih menghadirkan karya unggulan yang mengangkat kekayaan budaya daerah melalui motif etnik, wastra khas, serta inovasi desain modern yang dikemas secara elegan dan berkelas. Ragam busana yang ditampilkan menegaskan bahwa produk fashion Kalimantan Tengah memiliki identitas kuat sekaligus mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menyampaikan apresiasi kepada seluruh desainer yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam memajukan industri kreatif daerah. Menurutnya, DKFF 2025 kembali membuktikan bahwa wastra dan kriya Kalimantan Tengah, termasuk kain benang bintik, dapat tampil modern tanpa kehilangan nilai tradisi.

“DKFF menjadi bukti bahwa kekayaan budaya Kalimantan Tengah mampu diolah menjadi karya fashion yang kreatif, elegan, dan berdaya saing tinggi. Dekranasda akan terus berkomitmen memberikan dukungan, pelatihan, serta ruang bagi para pelaku kreatif agar semakin maju dan berkualitas,” ujar Aisyah.

Baca Juga :  Unit Lantas Polsek Pahandut Laksanakan Pengaturan Lalu Lintas Saat Jam Pulang Sekolah

Pada kesempatan tersebut, Dekranasda Provinsi Kalimantan Tengah juga menyerahkan penghargaan dan plakat kepada sepuluh desainer terbaik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kreativitas, dan kontribusi mereka dalam mengembangkan fashion berbasis kearifan lokal. Sepuluh desainer tersebut yakni Griya Batik Umiy Lasega, MRJ Fashion, KS Modiste, Lasari Fashion, NezNia, Steffan Adji, Sawung Batarung Collection, Agung Pras, Aboeb Albozawy, dan Aboza.

Salah satu desainer, Muhammad Rizky Jumbriyono dari MRJ Fashion, menuturkan bahwa dalam koleksi yang ditampilkan, kain benang bintik sengaja ditonjolkan agar semakin dikenal luas oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa batik khas Kalimantan Tengah tidak kalah dengan batik dari daerah lain di Indonesia.

“Saya ingin menunjukkan bahwa tidak hanya batik dari Pulau Jawa yang bisa dikenal secara nasional. Kain benang bintik khas Kalimantan Tengah memiliki motif yang kaya dan sangat layak dipamerkan serta bersaing di ajang nasional maupun internasional,” kata Rizky.

Baca Juga :  Saat Amanat Apel Pagi, Kasatresnarkoba: Jangan Lakukan Pelanggaran

Ia berharap DKFF dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai wadah bagi para desainer lokal untuk berkreasi, menampilkan karya, dan mengembangkan potensi industri fashion daerah.

Hal senada disampaikan Anton Namiabdi dari Aboza. Ia menyampaikan apresiasi kepada Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Tengah atas ruang dan kesempatan yang diberikan kepada para desainer daerah untuk tampil di panggung yang representatif.

“Kami merasa bangga dan terharu karena diberi ruang untuk memperkenalkan wastra Kalimantan Tengah. Semoga DKFF dapat terus digelar setiap tahun sebagai ruang berkelanjutan bagi pelaku industri fashion daerah,” ujarnya.

Anton juga berpesan kepada generasi desainer muda Kalimantan Tengah agar tidak hanya fokus pada teknik menjahit dan pengenalan wastra, tetapi juga memperhatikan kualitas secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan, potongan, hingga hasil akhir jahitan. Menurutnya, kualitas menjadi kunci utama agar karya desainer daerah mampu bersaing di tingkat nasional dan global. (*/rls/tim/red)

 

 

Sumber MMC Kalteng

Berita Terkait

Penyelesaian Polemik Zheze Galuh Ditempuh Lewat Jalur Adat, Damang Pahandut Siapkan Prosesi Perdamaian
KPHP Barito Hilir Belum Beri Klarifikasi soal Surat Pemanfaatan Kayu PT BPM, Transparansi Dipertanyakan
Dishut Kalteng Perkuat Basis Data Konservasi Orangutan, Agustan Saining: Kebijakan Harus Berlandaskan Data Valid
Di Hari Jadi ke-69, Davidson Lambung Optimistis Palangka Raya Semakin Maju
Perkuat Ketahanan Keluarga, Rumah Pintar Askari dan Dinas P3APPKB Kapuas Gelar Parenting Lintas Sektoral
“Dulu Gemerlap, Kini Gelap — Nasib Lampu Hias Jembatan Kahayan yang Dirindukan Warga Palangka Raya”
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Agustan Saining Ajak Jadikan Semangat Hijrah sebagai Penguat Integritas dan Pengabdian
Agustiar Sabran Lepas Kontingen Pesparawi Kalteng ke Ajang Nasional, Tekankan Disiplin dan Semangat Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:53 WIB

Penyelesaian Polemik Zheze Galuh Ditempuh Lewat Jalur Adat, Damang Pahandut Siapkan Prosesi Perdamaian

Senin, 22 Juni 2026 - 16:04 WIB

KPHP Barito Hilir Belum Beri Klarifikasi soal Surat Pemanfaatan Kayu PT BPM, Transparansi Dipertanyakan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:05 WIB

Dishut Kalteng Perkuat Basis Data Konservasi Orangutan, Agustan Saining: Kebijakan Harus Berlandaskan Data Valid

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:01 WIB

Di Hari Jadi ke-69, Davidson Lambung Optimistis Palangka Raya Semakin Maju

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:56 WIB

Perkuat Ketahanan Keluarga, Rumah Pintar Askari dan Dinas P3APPKB Kapuas Gelar Parenting Lintas Sektoral

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page