“Dispersip Kotabaru Gelar Sosialisasi Pelestarian Dokumen Kuno”

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN || Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) menggelar Sosialisasi Pengolahan, Pengembangan dan Pengalihmediaan Naskah Kuno. Kegiatan berlangsung di Kantor Dispersip Kotabaru, pada Kamis 16 Juli 2026

 

Kegiatan tersebut mengusung tema “Merawat Memori Banua: Sinergi Penyelamatan Warisan Literasi, Membuka Tabir Sejarah, Mengabadi di IKON Nasional”.

 

Sosialisasi ini merupakan kerja sama Dispersip Kotabaru dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap naskah kuno sebagai warisan budaya bangsa.

 

Kepala Dispersip Kotabaru, Muhammad Fuad Fahruddin, S.Ag., MM dalam membuka kegiatan tersebut menyampaikan, naskah kuno bukan hanya sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber pengetahuan dan bukti perjalanan sejarah yang memiliki nilai penting bagi generasi masa kini maupun generasi yang akan datang.

Baca Juga :  Polsek Rakumpit Tingkatkan Kesiapsiagaan Lewat Patroli Jalan Kaki

 

“Sosialisasi ini untuk memberikan edukasi tentang pentingnya sebuah naskah-naskah terdahulu, karena naskah terdahulu adalah bagian dari alat untuk membentuk karakter manusia bangsa kita. Melalui naskah kita bisa belajar sejarah, nilai-nilai luhur, dan identitas bangsa kita,” ucapnya.

 

Menurutnya, bangsa yang hebat dan kuat adalah bangsa yang selalu menghargai warisan dan budaya.

 

“Naskah kuno harus kita budayakan dan kita lindungi sebagai kekayaan bangsa. Karena kita sadar, bahwasanya kemajuan itu pondasinya adalah sejarah. Jadi bangsa yang hebat, yang kuat itu selalu menghargai warisan-warisan yang sudah ditinggalkan orang-orang terdahulu,” jelasnya.

Baca Juga :  DPRD Pulang Pisau Soroti Pencabutan Status PBI BPJS Kesehatan, Masyarakat Terdampak

 

Sosialisasi ini peserta juga diberikan edukasi tentang pentingnya pelestarian naskah kuno, tata cara penyimpanan, perawatan yang benar, mekanisme pendataan, dan pendaftaraan serta peluang pemanfataan naskah kuno untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

 

Adapun narasumber pada kegiatan tersebut adalah Kepala Bidang Pengelolaan Koleksi Bahan Perpustakaan Dispersip Provinsi Kalimantan Selatan, Emmy Ariani, ST, yang menyampaikan materi tentang Pendampingan Pemerintah dalam Pelestarian Naskah Kuno.

 

Melalui kegiatan ini, Pemkab Kotabaru berharap dapat membangun sinergi bersama masyarakat dan pemilik naskah kuno dalam upaya penyelamatan dan pelestarian warisan literasi daerah. (*/rls/duk)

Berita Terkait

Gubernur Agustiar Sabran Terima AMKM, Sepakat Penanganan Karhutla Kalteng Diperkuat
Mahasiswa Kepung Kantor Gubernur Kalteng, Gerbang Nyaris Jebol Tuntut Penanganan Kabut Asap
BNN Kalteng Tes Urine 42 Pegawai KSOP Rangga Ilung Palangka Raya, Seluruhnya Negatif Narkotika
Dugaan Kredit Bermasalah Rp200 Miliar Bank Kalteng Disorot, SUMBO Desak Klarifikasi Terbuka
Kabut Asap Makin Pekat Selimuti Palangka Raya, Jarak Pandang Hanya 20 Meter, Warga Keluhkan Mata Perih hingga Pusing
Semarak Festival Kemerdekaan ke-81 KNPI Pulang Pisau, Warga Antusias 
INDONESIA DI PERSIMPANGAN : KETIKA RAKYAT BERTANYA “SAMPAI KAPAN?”
Demi Padamkan Titik Api, Nyawa Jadi Taruhan: Pejuang Karhutla Palangka Raya Meninggal

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 07:42 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Terima AMKM, Sepakat Penanganan Karhutla Kalteng Diperkuat

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Mahasiswa Kepung Kantor Gubernur Kalteng, Gerbang Nyaris Jebol Tuntut Penanganan Kabut Asap

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:50 WIB

BNN Kalteng Tes Urine 42 Pegawai KSOP Rangga Ilung Palangka Raya, Seluruhnya Negatif Narkotika

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Dugaan Kredit Bermasalah Rp200 Miliar Bank Kalteng Disorot, SUMBO Desak Klarifikasi Terbuka

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Kabut Asap Makin Pekat Selimuti Palangka Raya, Jarak Pandang Hanya 20 Meter, Warga Keluhkan Mata Perih hingga Pusing

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page