WALHI Kalteng Desak Kunjungan Wapres Gibran Tak Sekadar Seremoni, Minta Kebijakan Nyata Atasi Karhutla

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Tengah (Kalteng) mendesak kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka ke Kalteng tidak berhenti pada agenda seremonial. Pemerintah diminta segera mengambil kebijakan konkret untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda sejumlah wilayah.

Kunjungan Wapres Gibran, Kamis (10/9/2026), berlangsung di tengah kondisi karhutla dan kabut asap yang berdampak terhadap masyarakat di berbagai daerah Kalteng.

Berdasarkan data yang dihimpun WALHI Kalteng, tercatat 72.431 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebut sebagai dampak karhutla. Sedikitnya delapan kabupaten/kota terdampak kebakaran dan kabut asap, yakni Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Pulang Pisau, Kapuas, Kotawaringin Barat, Barito Selatan, dan Kota Palangka Raya.

Direktur Eksekutif WALHI Kalteng, Janang Firman Palanungkai, mengatakan kondisi tersebut membutuhkan respons pemerintah yang lebih konkret dan terukur.

Baca Juga :  Pemkab Kotabaru Tandatangani Nota Kesepakatan bersama Ombudsman RI

“Kalteng sudah darurat asap dan karhutla. Kunjungan pejabat negara belakangan ini tentu mengeluarkan anggaran negara. Harapannya, kunjungan ini bisa diiringi kebijakan nyata untuk segera menuntaskan persoalan yang ada,” ujar Janang, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman serta alat pelindung diri (APD) yang memadai bagi petugas yang bekerja di lapangan.

Selain penanganan darurat, WALHI juga mendorong pemerintah memperkuat langkah pencegahan dengan melibatkan ahli dan praktisi terkait.

“Selain langkah penanganan, pemerintah juga perlu memperkuat upaya preventif dengan mempertimbangkan masukan dan rekomendasi dari para ahli serta praktisi di bidang terkait. Penetapan status tanggap darurat hendaknya diikuti strategi penanganan yang tepat, terukur, cepat, dan akurat,” tegasnya.

Sementara itu, Manager Advokasi, Kampanye, dan Kajian WALHI Kalteng, Agung Sesa, meminta pemerintah dan aparat penegak hukum lintas kementerian serta lembaga segera menyinkronkan data dan kewenangan dalam penanganan karhutla.

Baca Juga :  Polres Pulang Pisau Ungkap Kasus Tragis: Nenek Dibunuh Cucu, 79 Gram Sabu Diamankan di Empat Kecamatan

“Pemerintah dan aparat penegak hukum lintas kementerian dan lembaga perlu segera menyinkronkan data dan kewenangan, serta mengambil langkah penegakan hukum yang tegas dan transparan,” kata Agung.

Ia juga menilai metode penanganan karhutla yang selama ini diterapkan perlu dievaluasi agar upaya pencegahan dapat dilakukan lebih efektif.

Menurut Agung, karhutla yang berulang di wilayah konsesi juga perlu ditelusuri secara serius, termasuk penyebab kebakaran dan tanggung jawab pihak pengelola konsesi.

“Instrumen kebijakan hukum penanganan karhutla sebenarnya sudah tersedia. Yang dibutuhkan saat ini adalah konsistensi penegakan hukum agar tidak berhenti pada tahap seremoni atau rapat koordinasi,” pungkasnya. (*/rls/red)

 

Berita Terkait

HKT dan PDB Kalteng Bagikan 500 Masker Gratis, Ajak Warga Waspadai Dampak Karhutla
Kabut Asap Belum Mereda, KNPI Pulang Pisau Gelar Aksi Sosial Pembagian Masker dan Vitamin
Duka Kabut Asap Belum Usai, MES Pulang Pisau Hadirkan Bantuan Darurat Masker dan Vitamin untuk Pengendara
BEM SI Kerakyatan Kalteng Desak Pemerintah Prioritaskan Kesehatan Warga di Tengah Kabut Asap
Bocah Barito Selatan Mengadu kepada Prabowo: Kabut Asap Mengepung, Anak-anak Kesulitan Sekolah
Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam
DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis
PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:51 WIB

HKT dan PDB Kalteng Bagikan 500 Masker Gratis, Ajak Warga Waspadai Dampak Karhutla

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Kabut Asap Belum Mereda, KNPI Pulang Pisau Gelar Aksi Sosial Pembagian Masker dan Vitamin

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Duka Kabut Asap Belum Usai, MES Pulang Pisau Hadirkan Bantuan Darurat Masker dan Vitamin untuk Pengendara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:39 WIB

BEM SI Kerakyatan Kalteng Desak Pemerintah Prioritaskan Kesehatan Warga di Tengah Kabut Asap

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bocah Barito Selatan Mengadu kepada Prabowo: Kabut Asap Mengepung, Anak-anak Kesulitan Sekolah

Berita Terbaru

LINTAS TNI

Kodam XXII/Tambun Bungai Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 

Senin, 12 Okt 2026 - 13:35 WIB

You cannot copy content of this page