Gudang PT Intiboga Mandiri di Palangka Raya Terbakar, Api Sulit Dipadamkan karena Campuran Tepung dan Minyak

- Jurnalis

Jumat, 11 September 2026 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Gudang milik PT Intiboga Mandiri yang berada di Jalan G. Obos, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terbakar hebat pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.

Kobaran api menghanguskan bangunan gudang yang berada tepat di belakang Kantor BRI Unit G. Obos. Besarnya api sempat mengancam sejumlah bangunan perkantoran dan permukiman warga di sekitar lokasi.

Menurut keterangan warga, sebelum kebakaran terjadi terdengar suara seperti patahan kayu. Tak lama berselang, kobaran api terlihat dari area gudang dan dengan cepat membesar.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berteriak meminta bantuan. Sejumlah unit pemadam kebakaran dari berbagai unsur langsung berdatangan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

Baca Juga :  Pindahkan 2.284Bandar Narkoba ke Nusakambangan, Imipas Bersihkan Lingkungan Lapas dan Rutan  

Kepala Bagian Operasi Emergency Response Palangka Raya, Yustinus Exaudi, mengatakan hingga Jumat pagi petugas masih melakukan proses pendinginan karena terdapat sejumlah titik api yang sulit dijangkau.

“Untuk di lokasi, sampai dengan saat ini regu satu Damkar masih melakukan pendinginan, karena masih ada beberapa titik lokasi api yang memang sulit dipadamkan,” ujar Yustinus dalam laporan di lokasi.

Menurutnya, proses pemadaman menghadapi kendala karena material yang terbakar terdiri dari berbagai bahan, termasuk tepung, minyak dan plastik.

Baca Juga :  Polda Kalteng Diganjar Apresiasi Dinas Kehutanan atas Dukungan Program Penanaman Jagung Serentak

“Kondisinya memang agak sulit dipadamkan, mengingat bahan yang terbakar ini ada campuran tepung dan minyak dan beberapa plastik,” katanya.

Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, Yustinus menyebut masih dalam proses penyelidikan. Tim Inafis masih melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengetahui sumber dan penyebab pasti kebakaran.

“Untuk dugaan kebakaran, penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi dari rekan-rekan Inafis,” ujarnya.

Hingga Jumat pagi, petugas pemadam kebakaran masih bersiaga di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. (*/rls/red)

 

Berita Terkait

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam
DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis
PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut
Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya
Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam
PPN Kritik Pernyataan Kepala BNPB soal Kondisi Kalteng, Minta Suharyanto Dicopot
Ketika Asap Disebut Tak Mengganggu, Data ISPA Berkata Lain
WAGUB EDY PRATOWO: PEMERINTAH TAK BISA SENDIRI BANGUN EKONOMI KALTENG, KADIN HARUS JADI MITRA STRATEGIS
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:15 WIB

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam

Senin, 28 September 2026 - 09:58 WIB

DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis

Sabtu, 26 September 2026 - 18:07 WIB

PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut

Sabtu, 26 September 2026 - 17:01 WIB

Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya

Jumat, 25 September 2026 - 14:37 WIB

Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam

Berita Terbaru

LINTAS DAERAH

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:34 WIB

LINTAS TNI

Pra TMMD, Kodim 1016/Plk Mulai Rehab Rumah Tidak Layak Huni

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:37 WIB

You cannot copy content of this page