Diduga Rugi Rp1 Miliar, Warga Palangka Raya Laporkan Oknum Advokat dan Aktivis LSM ke Ditreskrimum Polda Kalteng

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALANGKA RAYA — Seorang warga Palangka Raya bernama Rudye resmi melaporkan seorang oknum penasihat hukum (PH)/advokat serta seorang oknum anggota LSM ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Tengah. Laporan tersebut disampaikan pada Kamis (13/11/2025), setelah ia mengaku mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp1 miliar akibat dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Rudye datang ke Polda Kalteng dengan didampingi tim kuasa hukumnya dari Law Firm Ajungs TH L Suan SH and Partners. Ia menyebut laporan ini merupakan bentuk upaya hukum untuk mendapatkan keadilan atas dugaan tipu daya yang dilakukan oleh kedua terlapor.

“Hari ini saya didampingi tim hukum untuk melaporkan oknum advokat dan oknum LSM yang diduga melakukan tipu daya sehingga saya kehilangan hak dan mengalami kerugian besar,” ungkap Rudye saat ditemui pada Jumat (14/11/2025). kemarin.

Awal Kesepakatan Penanganan Sengketa Lahan

Rudye menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari kesepakatan antara dirinya bersama kedua terlapor untuk membantu Meni Lui, warga yang bersengketa lahan dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Bumi Hutani Lestari (BHL) di Desa Mirah, Kabupaten Katingan.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Pahandut Dampingi Warga Mediasi Kasus Dugaan Penipuan Sepeda Listrik

Sebagai bentuk apresiasi atas bantuan tim hukum, Meni Lui disebut memberikan 30 hektare lahan kepada pihak yang membantunya apabila sengketa tersebut berhasil diselesaikan.

“Kesepakatan itu terjadi pada 2015. Setelah proses panjang, pada 2017 Mahkamah Agung melalui Putusan Nomor 1634/K/Pdt/2017 memenangkan kasasi yang diajukan Meni Lui,” jelasnya.

Rudye menambahkan, upaya Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan PT BHL pun ditolak Mahkamah Agung melalui Putusan Nomor 792/PK/Pdt/2019, sehingga posisi hukum Meni Lui semakin kuat.

Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik

Berdasarkan kesepakatan usai putusan tersebut, tim hukum memperoleh 10 hektare, dan pada 2022, melalui mekanisme tukar guling, 30 hektare lahan itu sepenuhnya menjadi milik Rudye.

Namun, ia menuding kedua terlapor justru menjual 20 hektare dari lahan tersebut—termasuk 10 hektare yang merupakan bagian milik mereka—kepada PT BHL tanpa sepengetahuannya.

Baca Juga :  Pangdam XXII/Tambun Bungai Imbau Warga Tak Panic Buying, Pastikan Forkopimda Kawal Distribusi BBM di Kalteng

“Mereka menjual lahan itu tanpa pemberitahuan kepada saya sebagai pemilik. Bahkan pada 2024, oknum advokat tersebut membuat surat penyerahan baru yang menyatakan bahwa 30 hektare lahan itu adalah miliknya,” beber Rudye.

Kuasa Hukum: Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Salah satu kuasa hukum Rudye, Advokat Yohanes Suryanegara, membenarkan adanya dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang merugikan kliennya secara signifikan.

“Kerugian yang dialami klien kami mencapai kurang lebih Rp1 miliar. Laporan sudah diterima Ditreskrimum Polda Kalteng, dan kami akan mengawal proses hukum secara profesional agar Rudye memperoleh keadilan,” tegas Yohanes.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terlapor maupun PT BHL belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut. Proses penyelidikan kini berada di tangan Ditreskrimum Polda Kalteng. (*/rls/tim/red).

 

 

 

Sumber Aulia

Berita Terkait

Benteng Hijau Penjaga Pesisir: Mengapa Mangrove Penting bagi Masa Depan Indonesia? 
Heboh! Belasan Makam di Barito Timur Ditemukan Berlubang Misterius, Polisi Selidiki Dugaan Pembongkaran
Puluhan Awak Media Hadiri Makan Siang dan Silaturahmi di Rumah Makan Shanghai Palangka Raya
Pengadaan Jasa Publikasi Diskominfo Kalteng Jadi Sorotan, Publik Minta Penjelasan Soal Mekanisme dan Perbedaan Tarif
Wagub Edy Pratowo Tinjau Layanan Kesehatan Gratis Polda Kalteng pada Puncak Hari Bhayangkara ke-80
LPG 3 Kg Langka di Kawasan Mandawai Palangka Raya, Pedagang dan Warga Keluhkan Sulitnya Pasokan
Pimpin IWO Kalteng Lima Tahun ke Depan, Endra Setiawan Siapkan Program Strategis
Penyelesaian Polemik Zheze Galuh Ditempuh Lewat Jalur Adat, Damang Pahandut Siapkan Prosesi Perdamaian

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:14 WIB

Benteng Hijau Penjaga Pesisir: Mengapa Mangrove Penting bagi Masa Depan Indonesia? 

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:27 WIB

Heboh! Belasan Makam di Barito Timur Ditemukan Berlubang Misterius, Polisi Selidiki Dugaan Pembongkaran

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Puluhan Awak Media Hadiri Makan Siang dan Silaturahmi di Rumah Makan Shanghai Palangka Raya

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:26 WIB

Pengadaan Jasa Publikasi Diskominfo Kalteng Jadi Sorotan, Publik Minta Penjelasan Soal Mekanisme dan Perbedaan Tarif

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:31 WIB

Wagub Edy Pratowo Tinjau Layanan Kesehatan Gratis Polda Kalteng pada Puncak Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page