LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA — Persoalan utang antara sepasang mantan kekasih di Palangka Raya akhirnya menemui titik terang setelah dimediasi Cak Sam Polda Kalteng, Sabtu (15/8/2026).
Bunga (22), seorang mahasiswi, sebelumnya meminta bantuan Cak Sam untuk menyelesaikan utang mantan kekasihnya, Kumbang (25), yang nilainya mencapai sekitar Rp9 juta.
Uang tersebut disebut dipinjam Kumbang secara bertahap selama keduanya masih menjalin hubungan selama kurang lebih dua tahun. Menurut Bunga, uang itu digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk liburan dan bersenang-senang.
Namun, hubungan keduanya kandas sekitar sebulan lalu. Kumbang yang sehari-hari bekerja sebagai tukang potong rambut itu memutuskan hubungan karena merasa sudah tidak ada kecocokan.
Meski hubungan asmara berakhir, persoalan utang belum selesai. Bunga mengaku telah berulang kali berupaya meminta uangnya dikembalikan, tetapi belum mendapatkan kepastian.
“Selamat siang, Cak. Cara untuk mediasi bagaimana ya, Cak? Mau dimediasi masalah utang. Pinjam uang untuk liburan dan foya-foya, tapi sampai sekarang tidak ada itikad baik untuk mengembalikan sepeser pun,” curhat Bunga kepada Cak Sam.
Bagi Bunga yang masih berstatus mahasiswi, uang sekitar Rp9 juta tersebut bukan jumlah kecil. Karena berbagai upaya sebelumnya belum membuahkan hasil, ia akhirnya meminta bantuan untuk mempertemukan dirinya dengan sang mantan kekasih.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Cak Sam kemudian mempertemukan Bunga dan Kumbang untuk mencari jalan keluar secara kekeluargaan.
Dalam mediasi, keduanya diberikan pemahaman agar persoalan utang tidak terus berlarut dan masing-masing pihak dapat menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik.
Hasilnya, Kumbang menyatakan kesediaannya untuk mengembalikan uang yang dipinjam. Kedua pihak kemudian menyepakati mekanisme pembayaran secara bertahap selama tiga bulan.
Tak hanya soal utang, keduanya juga sepakat untuk tidak lagi saling mengganggu setelah proses mediasi selesai.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, persoalan yang sempat membebani hubungan keduanya diharapkan dapat berakhir secara damai tanpa berkembang menjadi persoalan yang lebih panjang. (*/rls/hms/red(







