BPS: Ekonomi Kalteng Tumbuh 3,79 Persen di Awal 2026, Pengangguran Turun dan Ketimpangan Gender Membaik

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya – Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah merilis perkembangan sejumlah indikator strategis daerah yang mencakup pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026, kondisi ketenagakerjaan Februari 2026, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) 2025, hingga hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. Rilis tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Kalteng, Maria Wahyu Utami, dalam kegiatan yang digelar di ruang Vicon BPS dan disiarkan secara daring, Selasa (5/5/2026).

Secara umum, kondisi ekonomi dan sosial Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif, meski masih dihadapkan pada sejumlah tantangan struktural.

Pada triwulan I-2026, perekonomian Kalteng tumbuh sebesar 3,79 persen secara tahunan (year-on-year). Namun, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter), ekonomi mengalami kontraksi sebesar 7,46 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp61,04 triliun.

Struktur ekonomi daerah masih ditopang oleh sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, pertambangan, dan konstruksi. Sektor pertambangan tercatat menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi. Dari sisi pengeluaran, ekspor menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi, sementara konsumsi pemerintah tumbuh paling tinggi sebesar 5,16 persen.

Baca Juga :  36 KK Terdampak Kebakaran di Jalan Murjani, Empat Rumah Ludes Terbakar

Momentum hari besar keagamaan serta pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) turut mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga. Dari sisi produksi, kenaikan signifikan terjadi pada produksi padi. Sebaliknya, komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan bauksit mengalami penurunan akibat faktor cuaca dan kendala administratif.

Di sektor ketenagakerjaan, kondisi menunjukkan perbaikan. Pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja mencapai 1,50 juta orang, dengan 1,45 juta di antaranya telah bekerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 3,44 persen, melanjutkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Penyerapan tenaga kerja meningkat sekitar 6,68 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor pertanian, perdagangan, dan pertambangan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Kualitas pekerjaan juga membaik, terlihat dari meningkatnya proporsi pekerja formal menjadi 49,33 persen serta pekerja penuh waktu yang mencapai 69,98 persen.

Dari sisi kesetaraan, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kalteng pada 2025 tercatat sebesar 0,534, menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan perbaikan kesetaraan gender, didukung oleh meningkatnya partisipasi perempuan dalam pendidikan, lembaga legislatif, dan pasar kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan juga menunjukkan tren peningkatan.

Baca Juga :  Jaga Hubungan Sinergitas, Pos Ops Ketupat Polresta Palangka Raya Terima Kunjungan dari Jasa Raharja 

Sementara itu, hasil SUPAS 2025 mencatat jumlah penduduk Kalteng mencapai sekitar 2,85 juta jiwa, dengan laju pertumbuhan sebesar 1,34 persen per tahun yang cenderung melambat. Struktur penduduk didominasi usia produktif, dengan rasio ketergantungan menurun menjadi 42,62.

Angka kelahiran total terus mendekati tingkat penggantian (replacement level), sementara angka kematian bayi menurun menjadi 16,21 per 1.000 kelahiran hidup. Di sisi lain, proporsi penduduk lanjut usia meningkat menjadi 9,22 persen, menandakan mulai munculnya tren penuaan penduduk di sejumlah wilayah.

Secara keseluruhan, BPS menilai Kalimantan Tengah berada pada jalur yang relatif stabil dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas ketenagakerjaan, serta memperkecil ketimpangan gender. Meski demikian, upaya berkelanjutan tetap diperlukan untuk memperkuat sektor strategis, mendorong pemerataan pembangunan, serta mengurangi disparitas antarwilayah. (*/rls/MMC/red)

Berita Terkait

Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas
PT BGA Salurkan Sembako, Masker dan BBM untuk Penanganan Karhutla
Monitoring Sarana dan Prasarana Pendidikan di Lahei Barat, Iman Topik: Pastikan Kebutuhan Sekolah Terdata
Kades Pangkalan Satu Diduga Tidak Konsisten Dengan Pernyataan Dalam Sengketa Lahan
Dispora Kobar Lepas Atlet Tenis Meja ke Kejurnas
PT Pelindo Regional 3 Pelabuhan Kumai Pastikan Arus Kapal Penumpang dan Roro Tetap Terkendali
Sengketa Tanah di Pangkalan Satu Diharapkan Tetap Jaga Kondusifitas Kobar
Kerapatan Mantir Adat Imbau Para Pihak Dapat Menahan Diri Dalam Sengketa Lahan di Desa Pangkalan Satu

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:49 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas

Minggu, 20 September 2026 - 20:16 WIB

PT BGA Salurkan Sembako, Masker dan BBM untuk Penanganan Karhutla

Sabtu, 19 September 2026 - 20:17 WIB

Monitoring Sarana dan Prasarana Pendidikan di Lahei Barat, Iman Topik: Pastikan Kebutuhan Sekolah Terdata

Sabtu, 19 September 2026 - 13:36 WIB

Kades Pangkalan Satu Diduga Tidak Konsisten Dengan Pernyataan Dalam Sengketa Lahan

Jumat, 18 September 2026 - 10:39 WIB

Dispora Kobar Lepas Atlet Tenis Meja ke Kejurnas

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page