LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA — Di tengah keterbatasan sarana latihan, para atlet angkat besi di Kota Palangka Raya terus menunjukkan dedikasi dan semangat juang tinggi. Ketua Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Kota Palangka Raya, Mira Yulistiana, menegaskan bahwa prestasi tetap mampu diraih meski kondisi peralatan jauh dari ideal.

Didampingi pelatih Al Gani yang juga merupakan mantan atlet angkat berat, Mira menyampaikan bahwa dalam kurun waktu 2022 hingga 2025, atlet binaannya secara konsisten mengikuti kejuaraan nasional dan berhasil menyumbangkan sejumlah medali, baik perunggu maupun emas.
“Alhamdulillah, dari tahun 2022 sampai 2025 atlet kami tetap aktif mengikuti kejuaraan nasional. Beberapa kali kami berhasil meraih medali perunggu dan emas. Ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi,” ujar Mira saat ditemui di lokasi latihan. Senin 4-5-2026.
Namun di balik capaian tersebut, kondisi fasilitas latihan menjadi persoalan mendasar yang hingga kini belum terselesaikan. Mira mengungkapkan bahwa sebagian besar peralatan angkat berat, termasuk barbel yang digunakan atlet, sudah tidak layak pakai dan berisiko bagi keselamatan.
“Kami sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah provinsi, pemerintah kota, maupun instansi terkait untuk membantu pengadaan peralatan yang layak. Saat ini alat yang kami gunakan sudah hampir tidak bisa dipakai lagi,” jelasnya.
Kondisi ini tampak jelas di tempat latihan yang berada di belakang Gedung KONI, kawasan Stadion Sanaman Mantikei, Palangka Raya. Meski dihadapkan pada keterbatasan, para atlet tetap menjalani latihan dengan penuh semangat, berupaya mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang telah diraih.
Perhatian terhadap kondisi tersebut juga datang dari Ketua Umum Lembaga Swadaya Rakyat – Laskar Pembela Masyarakat Tertindas Kalimantan Tengah (LSR-LPMT Kalteng), Agatisansyah. Ia mengaku tersentuh melihat langsung perjuangan para atlet yang tetap berlatih dengan fasilitas seadanya.
“Saya melihat langsung bagaimana atlet-atlet ini berlatih dengan peralatan yang sangat terbatas, bahkan bisa dikatakan sudah tidak layak. Ini tentu memprihatinkan, apalagi mereka sudah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” ungkap Agatisansyah.
Ia menegaskan komitmennya untuk turut menyuarakan aspirasi PABSI kota Palangkaraya kepada pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan di Kalimantan Tengah.
“Kami dari LSR-LPMT Kalteng akan membantu menyampaikan hal ini kepada pemerintah provinsi, pemerintah kota, serta tokoh masyarakat. Sudah seharusnya cabang olahraga berprestasi seperti ini mendapatkan perhatian serius, terutama dalam hal fasilitas latihan,” tegasnya.
Harapan besar kini tertumpu pada respons pemerintah daerah agar dapat memberikan dukungan konkret, sehingga para atlet angkat berat Palangka Raya dapat berlatih dengan fasilitas yang memadai dan terus mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional. (*/rls/sgn/red)







