Oknum Karyawan Bank BPD Kalteng Dituntut 12 Tahun Penjara, Diduga Gelapkan Dana Rp16,47 Miliar

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Sidang kasus dugaan penggelapan dana miliaran rupiah yang menyeret oknum karyawan Bank BPD Kalimantan Tengah kembali bergulir di Pengadilan Negeri Palangka Raya, Kamis (16/4/2026). Dalam sidang lanjutan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dessy Mirajiah menuntut terdakwa Riky dengan pidana penjara selama 12 tahun.

Tuntutan tersebut dibacakan dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Henddy Belliyaandi. Selain hukuman penjara, terdakwa juga dituntut membayar denda sebesar Rp5 miliar.

“Menuntut, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Riky selama 12 tahun, dikurangi masa tahanan sementara dengan perintah tetap ditahan,” tegas jaksa saat membacakan amar tuntutan di ruang sidang.

Jaksa juga menegaskan, apabila denda sebesar Rp5 miliar tersebut tidak dibayarkan dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 410 hari.

Dalam persidangan, Riky tampak hadir mengenakan kemeja putih dan duduk di kursi terdakwa dengan didampingi tim penasihat hukum, Yohana dan Dani.

Baca Juga :  Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah Tahan Dua Tersangka Korupsi Proyek Intranet-Internet di Kabupaten Seruyan Senilai Rp1,575 Miliar

Kasus ini menjadi sorotan publik karena nilai kerugian yang ditimbulkan sangat fantastis. Berdasarkan dakwaan jaksa, terdakwa diduga melakukan pencatatan palsu dan memindahkan dana dari sejumlah rekening internal bank ke rekening pribadinya secara bertahap.

Aksi tersebut disebut berlangsung dalam kurun waktu cukup panjang, yakni sejak November 2023 hingga Agustus 2024.

Selama periode itu, Riky diduga melakukan sedikitnya 205 kali transaksi ilegal dengan total nilai mencapai Rp16,47 miliar.

Modus yang digunakan terdakwa diduga dengan memanipulasi pencatatan transaksi internal perbankan, sehingga dana dari sejumlah rekening dapat berpindah tanpa terdeteksi dalam waktu singkat.

Jaksa dalam persidangan juga menghadirkan berbagai barang bukti untuk memperkuat dakwaan, antara lain dokumen audit khusus tertanggal 18 Oktober 2024, rekening koran dari beberapa bank atas nama terdakwa, uang tunai senilai ratusan juta rupiah, satu unit laptop, serta perangkat pendukung lainnya.

Baca Juga :  DPRD Kotim Gelar Sosialisasi untuk Perkuat Peran Adat dan Pemerintahan Daerah dalam Pencegahan Narkoba

Tak hanya itu, dana hasil dugaan tindak pidana tersebut diduga telah digunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa.

Dalam dakwaan disebutkan, uang tersebut dipakai untuk membeli berbagai barang elektronik, emas, hingga aset bernilai tinggi berupa tanah dan pembangunan rumah.

Rangkaian fakta persidangan ini memperlihatkan bagaimana dana dalam jumlah besar diduga dialihkan untuk memperkaya diri sendiri.

Perkara dengan nomor 5/Pid.Sus/2026/PN Plk itu masih terus berlanjut. Setelah agenda pembacaan tuntutan dari jaksa, sidang berikutnya akan memasuki tahap pledoi atau pembelaan dari pihak terdakwa.

Majelis hakim menjadwalkan sidang lanjutan dalam waktu dekat untuk mendengarkan nota pembelaan dari tim kuasa hukum sebelum nantinya menjatuhkan putusan.

Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat Kalimantan Tengah, terutama karena menyangkut kepercayaan publik terhadap lembaga perbankan daerah. (*/rls/sgn/red)

Berita Terkait

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari
Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir
Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan
Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau
Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah
Maksimalkan Pengerjaan Drainase Sasaran TMMD, Alat Berat Dikerahkan
Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel
Sugie: Karhutla Tanggung Jawab Bersama, HKT Ajak Semua Pihak Bergerak 

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page