LINTAS KALIMANTAN|PALANGKA RAYA – Komandan Kodim (Dandim) 1016/Palangka Raya, Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, S.E., M.Han, menghadiri upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 yang dirangkai dengan peringatan Hari Kartini, di Lapangan Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km 5, Senin (27/4/2026).
Kehadiran Dandim dalam upacara tersebut menjadi wujud dukungan TNI terhadap penguatan tata kelola pemerintahan daerah serta sinergitas lintas sektor dalam pembangunan nasional dan daerah.
Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI-Polri, aparatur sipil negara (ASN), serta berbagai instansi terkait lainnya. Bertindak sebagai inspektur upacara, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, S.E.
Dalam amanat Menteri Dalam Negeri yang dibacakan oleh Wali Kota, disampaikan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang tidak hanya kaya dari sisi luas wilayah dan jumlah penduduk, tetapi juga memiliki keberagaman budaya, sumber daya alam, dan potensi daerah yang luar biasa.
Namun demikian, potensi besar tersebut, menurut amanat itu, tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa adanya sinergi dan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Sinergi pusat dan daerah merupakan sebuah keniscayaan untuk mencapai cita-cita bangsa sebagaimana telah dituangkan dalam konstitusi kita,” demikian isi sambutan yang dibacakan.
Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema tersebut menegaskan pentingnya kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal, sekaligus memperkuat langkah bersama dalam mewujudkan visi pembangunan nasional.
Dalam konteks tersebut, Dandim 1016/Palangka Raya Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo menilai bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen pemerintahan, termasuk unsur TNI, demi kepentingan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah semata, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh unsur pemangku kepentingan, termasuk aparat keamanan dan masyarakat.
“Semangat otonomi daerah harus menjadi motor penggerak bagi terwujudnya pemerintahan daerah yang lebih baik, lebih responsif, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Dandim usai mengikuti upacara.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kodim 1016/Palangka Raya siap terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung program-program pembangunan prioritas.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan sejumlah program kerja prioritas nasional yang terbagi dalam delapan klaster, yakni kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan perumahan, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.
Dandim menyampaikan bahwa seluruh sektor tersebut membutuhkan kesatuan visi, arah kebijakan strategis, dan implementasi yang berkelanjutan di setiap tingkatan pemerintahan.
Ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah sebagaimana yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto, bahwa kekuatan bangsa dalam menghadapi tantangan besar menuju Indonesia Emas terletak pada kesatuan langkah seluruh elemen pemerintahan.
“Kami dari jajaran TNI, khususnya Kodim 1016/Palangka Raya, akan terus mendukung kebijakan strategis pemerintah demi terciptanya pembangunan yang merata dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Upacara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai simbol harapan agar pelaksanaan otonomi daerah semakin optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya di Kota Palangka Raya.
Dengan berlangsungnya kegiatan tersebut, Dandim berharap semangat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan kemajuan daerah dan bangsa. (*/rls/pen/red)
.






