LINTAS KALIMANTAN | Kapuas — Komitmen terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus pemberdayaan masyarakat kembali ditunjukkan sektor dunia usaha di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. PT Asmin Bara Bronang bersama entitas grupnya sukses mengantarkan kontingen Desa Barunang meraih prestasi gemilang dalam ajang Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung 2026.
Melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan, yakni PT PAMA, PT Kalimantan Prima Persada (KPP), PT Energi Prima Nusantara (EPN), dan PT United Tractors (UT), perwakilan Desa Barunang yang mewakili Kecamatan Kapuas Tengah tampil dominan dengan memborong sejumlah gelar juara dalam berbagai kategori lomba budaya tradisional.
Dalam ajang yang digelar pada 7 April 2026 tersebut, kontingen Desa Barunang berhasil mencatatkan prestasi membanggakan, di antaranya:
Juara 1 Karungut Putri
Juara 1, 2, dan 3 Karungut Putra
Juara 1 Bagasing Putri
Juara 1 dan 2 Bagasing Putra
Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Desa Barunang, tetapi juga mempertegas potensi generasi muda dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.
Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung sendiri merupakan agenda tahunan Kabupaten Kapuas yang bertujuan melestarikan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya lokal Kalimantan Tengah. Beragam seni tradisional ditampilkan dalam kegiatan ini, termasuk karungut—seni tutur khas Dayak yang sarat pesan moral—serta permainan tradisional bagasing yang mencerminkan nilai kebersamaan dan sportivitas.
Dukungan perusahaan dalam keberhasilan ini diwujudkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pengembangan sosial dan budaya masyarakat di wilayah operasional. Bentuk dukungan tersebut meliputi pembinaan peserta, penyediaan sarana dan prasarana, hingga pendampingan intensif selama proses persiapan dan pelaksanaan festival.
Perwakilan CSR PT Asmin Bara Bronang menyampaikan bahwa keberhasilan kontingen Desa Barunang merupakan hasil dari sinergi yang kuat antara perusahaan dan masyarakat.
“Kami bangga dapat berkontribusi dalam mendukung masyarakat Desa Barunang untuk berpartisipasi dan berprestasi dalam festival budaya ini. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik mampu memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus meningkatkan kapasitas generasi muda,” ujarnya.
Lebih lanjut, capaian ini juga menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan harmonis antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa peran aktif dunia usaha tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam menjaga identitas budaya daerah.
Ke depan, PT Asmin Bara Bronang bersama entitas grup berkomitmen untuk terus memperkuat program CSR yang berkelanjutan. Tidak hanya di bidang budaya, tetapi juga merambah aspek sosial dan ekonomi guna memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah operasional.
Dengan dukungan yang konsisten dan kolaborasi yang berkesinambungan, pelestarian budaya lokal diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan bagian dari pembangunan berkelanjutan yang berakar pada kearifan lokal. (*/rls/tim/red)







