LINTASKALIMANTAN.CO I Gelombang kemarahan publik di Barito Utara kian memuncak. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum agar tidak lagi berlama-lama dalam menangani dugaan korupsi dana pokok pikiran (pokir) Tahun Anggaran 2025 yang menyeret oknum anggota DPRD.
Desakan ini muncul setelah terungkap adanya dugaan permainan dalam program pengadaan hewan ternak yang bersumber dari dana pokir. Warga menilai praktik tersebut sarat penyimpangan dan berpotensi merugikan negara hingga miliaran rupiah.
“Jangan hanya diperiksa, kalau sudah cukup bukti harus segera ditangkap! Ini uang rakyat,” tegas H. Agustian salah satu warga.
Sejumlah saksi telah diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Barito Utara, termasuk pihak-pihak yang diduga mengetahui alur penggunaan dana tersebut.
Namun hingga kini, belum ada penetapan tersangka yang diumumkan ke publik.
Kondisi ini memicu kecurigaan masyarakat. Mereka meminta kejaksaan bertindak tegas, transparan, dan tidak tebang pilih dalam mengusut kasus yang menyeret wakil rakyat tersebut.
“Kalau hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, kepercayaan publik akan hilang,” ujarnya lagi Jumat Pagi (03/04/26).
Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari Kejaksaan. Mereka berharap kasus ini tidak menguap, melainkan berujung pada penegakan hukum yang nyata dan berkeadilan.
Masyarakat berharap, kasus ini tidak berhenti pada tahap pemeriksaan semata, namun berlanjut hingga penetapan tersangka dan proses hukum yang tegas.
“Ini uang rakyat. Jangan sampai hilang begitu saja tanpa pertanggungjawaban,” tegas warga lainnya.
Hingga kini, Kejari Barito Utara menyatakan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara profesional dan transparan, serta memastikan siapa pun yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku. (*/rls/anung/red)








