Demi Padamkan Titik Api, Nyawa Jadi Taruhan: Pejuang Karhutla Palangka Raya Meninggal

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA — Dedikasi tanpa kenal lelah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dibayar mahal. Akhmad Rizani, pria berusia 53 tahun yang lebih dari satu dekade bergabung dalam Tim Siaga Api Kelurahan (TSAK) Palangka, meninggal dunia pada Kamis (27/8/2026) siang.

Rizani mengembuskan napas terakhir setelah enam hari menjalani perawatan di RS Betang Pambelum. Ia sebelumnya mengalami sesak napas ketika bertugas memadamkan karhutla. Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya tidak tertolong.

Warga Jalan Mendawai VI itu dikenal sebagai sosok yang selalu berada di garis depan ketika terjadi kebakaran. Sejak masih menjabat sebagai ketua RT, Rizani telah aktif dalam TSAK dan kemudian dipercaya memimpin tim tersebut. Ia juga tercatat sebagai bagian dari Satgas penanganan karhutla di wilayahnya.

Baca Juga :  Polres Kapuas Gelar Syukuran Hari Jadi Intelkam Polri ke-80

Istrinya, Wahidah (33), mengatakan suaminya sebenarnya beberapa kali mengeluhkan sesak napas akibat paparan asap. Namun, rasa tanggung jawab membuat Rizani tetap memilih turun ke lapangan.

“Karena beliau kan ketua tim, dan merasa itu tanggung jawab beliau. Jadi walaupun kondisinya kurang sehat, tetap dipaksakan turun ke lokasi,” kenang Wahidah.

Keluhan sesak napas semakin parah pada Jumat malam. Sehari kemudian, Sabtu siang, kondisi Rizani menurun drastis hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Selama enam hari menjalani perawatan, Rizani hanya sempat berbicara dengan keluarganya pada malam pertama. Setelah itu, kondisinya terus menurun hingga dinyatakan meninggal dunia.

Kepergian Rizani meninggalkan duka mendalam bagi Wahidah dan empat anak mereka, yakni Rina Febriana (29), Fathul Muin (25), Nurhani Mauliada (14), dan Khairul Anwar yang masih berusia tiga tahun.

Baca Juga :  Kodam XXII/Tambun Bungai Tegaskan Lahan Yonif TP 923/Mentaya Clear and Clean

Meski kehilangan sosok yang menjadi tulang punggung keluarga, Wahidah berusaha tetap tegar. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah serta upaya maksimal pihak rumah sakit selama suaminya menjalani perawatan.

“Semua usaha sudah dilakukan semaksimal mungkin. Tuhan yang berkehendak lain,” ujarnya.

Kisah Akhmad Rizani menjadi pengingat bahwa di balik upaya memadamkan setiap titik api, terdapat para petugas dan relawan yang menghadapi risiko besar. Bagi mereka, menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari ancaman karhutla bukan sekadar tugas, tetapi bentuk pengabdian yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Kepergian Rizani sekaligus menjadi alarm akan besarnya risiko kesehatan yang dihadapi para pejuang karhutla, terutama di tengah ancaman asap dan kebakaran yang masih terjadi di Palangka Raya. (*/rls/sgn/red)

Berita Terkait

HKT dan PDB Kalteng Bagikan 500 Masker Gratis, Ajak Warga Waspadai Dampak Karhutla
Kabut Asap Belum Mereda, KNPI Pulang Pisau Gelar Aksi Sosial Pembagian Masker dan Vitamin
Duka Kabut Asap Belum Usai, MES Pulang Pisau Hadirkan Bantuan Darurat Masker dan Vitamin untuk Pengendara
BEM SI Kerakyatan Kalteng Desak Pemerintah Prioritaskan Kesehatan Warga di Tengah Kabut Asap
Bocah Barito Selatan Mengadu kepada Prabowo: Kabut Asap Mengepung, Anak-anak Kesulitan Sekolah
Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam
DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis
PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:51 WIB

HKT dan PDB Kalteng Bagikan 500 Masker Gratis, Ajak Warga Waspadai Dampak Karhutla

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Kabut Asap Belum Mereda, KNPI Pulang Pisau Gelar Aksi Sosial Pembagian Masker dan Vitamin

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Duka Kabut Asap Belum Usai, MES Pulang Pisau Hadirkan Bantuan Darurat Masker dan Vitamin untuk Pengendara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:39 WIB

BEM SI Kerakyatan Kalteng Desak Pemerintah Prioritaskan Kesehatan Warga di Tengah Kabut Asap

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bocah Barito Selatan Mengadu kepada Prabowo: Kabut Asap Mengepung, Anak-anak Kesulitan Sekolah

Berita Terbaru

LINTAS TNI

TMMD Ke- 130 Wilayah Kodim 1016/Plk Resmi Di Buka

Selasa, 13 Okt 2026 - 11:59 WIB

You cannot copy content of this page