LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya – Ketika ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sepenuhnya lepas dari perhatian, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menjadi panggilan bersama. Bukan hanya melalui imbauan, tetapi juga lewat aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Semangat itulah yang dibawa Relawan Habar Kalimantan Tengah (HKT) bersama Perisai Demokrasi Bangsa (PDB) Provinsi Kalimantan Tengah saat turun ke jalan membagikan 500 masker gratis kepada masyarakat di Bundaran Kecil, Kota Palangka Raya, Minggu (11/10/2026).
Mengusung tajuk Peduli Karhutla, kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi antarorganisasi dalam mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kabut asap.
Di tengah aktivitas warga dan arus kendaraan yang melintas, para relawan hadir membagikan masker sekaligus menyampaikan pesan sederhana, yaitu kesehatan harus tetap menjadi prioritas.
Sebanyak 500 masker yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah disalurkan kepada warga dan pengguna jalan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperluas jangkauan kepedulian kepada masyarakat di tengah persoalan karhutla.
Ketua PDB Kalteng, Hisyam Nawawi, menegaskan bahwa aksi tersebut lahir dari keinginan untuk hadir langsung di tengah masyarakat, terutama ketika ancaman karhutla berpotensi membawa dampak terhadap kesehatan.
“Bagi kami, kepedulian harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kami tidak ingin hanya berbicara tentang dampak karhutla, tetapi juga ikut bergerak melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui pembagian masker ini, kami ingin mengajak warga lebih peduli terhadap kesehatan dan keselamatan diri,” ujar Hisyam.
Menurutnya, sekecil apa pun langkah yang dilakukan akan memiliki arti ketika dilandasi kepedulian dan semangat kebersamaan. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat memperoleh masker, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa menghadapi dampak karhutla membutuhkan perhatian semua pihak.
Sementara itu, Ketua HKT, Dwi Sugiarto, menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara organisasi masyarakat, relawan, dan pemerintah dalam merespons persoalan yang menyangkut kepentingan publik.
“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan kenyamanan masyarakat. Karena itu, kepedulian dan kolaborasi antara organisasi, relawan, serta pemerintah perlu terus diperkuat. Ketika semua pihak bergerak bersama, upaya membantu masyarakat dapat menjangkau lebih banyak orang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkap Sugie, sapaan akrab Dwi Sugiarto.
Ia berharap sinergi yang terbangun melalui kegiatan sosial semacam ini dapat terus berlanjut. Menurutnya, kepedulian tidak semestinya berhenti pada satu kegiatan, melainkan tumbuh menjadi komitmen bersama untuk hadir dan membantu masyarakat ketika menghadapi situasi sulit.





