2nd TKS 2026 Dibuka oleh Bupati Kobar : Memberikan Petani Akses Bicara

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Sawit yang merupakan komoditas penghasil devisa negara dari pungutan ekspor mengalami sejumlah tantangan produktivitas. Sejalan dengan bertambahnya konsumsi minyak sawit dalam negeri dan penerapan program B50 pada bulan Juni, kebutuhan minyak sawit terus meningkat.

Kebutuhan minyak sawit nasional diproyeksi bisa mencapai 41 juta ton pada tahun 2045 seiring dengan bertambahnya konsumsi minyak sawit dalam negeri. Agar kebutuhan dalam negeri terpenuhi tanpa mengurangi volume ekspor, Indonesia dirasa harus berbenah memaksimalkan produktivitas kelapa sawit yang potensi sebenarnya bisa mencapai 5-6 ton Crude Palm Oil (CPO) per hektar per tahun.

Menjawab tantangan tersebut, Media Perkebunan didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyelenggarakan Teknis Kelapa Sawit (TKS), Pameran, dan Field Trip pada tanggal 28 – 30 April 2026 di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, (Kalteng).

Bupati Kobar, Hj. Nurhidayah, S.H., M.H., hadir membuka acara dan memberikan semangat untuk para petani rakyat yang hadir dan mengaku antusias menghadiri acara TKS kedua di Pangkalan Bun.

“Kami dari pihak pemerintah dan petani sawit Kobar menyambut baik acara ini yang membawa banyak masukan apalagi ada pameran penggunaan produk dan banyak informasi yang ditunggu petani kelapa sawit yang menjadi primadona. Diskusi ini akan memberikan akses bicara khususnya untuk petani sawit yang ada di Kobar,” ujarnya pada hari Selasa (28/04/2026) di Mercure Pangkalan Bun.

Bupati Nurhidayah menyampaikan bahwa kelapa sawit menjadi penopang ekonomi Kobar dengan hampir 60 persen masyarakat bergantung dengan kelapa sawit sehingga diperlukan suatu upaya untuk pengembangan ekonomi daerah.

Baca Juga :  Polsek Timpah Intensifkan Patroli Harkamtibmas Jelang Tutup Tahun 2025

“Ekonomi kita bergerak dari kelapa sawit. Jadi kalau belum ada kepastian akan berdampak pada daya beli masyarakat. Kami pada periode pertama telah memberikan bibit kelapa sawit dan setiap tahun dianggarkan 25.000 bibit untuk kelompok tani maupun perorangan,” jelasnya.

Dalam sambutannya, ia juga mempertegas mengenai pengarusutamaan gender (PUG), perlindungan pekerja perempuan, pencegahan pekerja anak, dan upah buruh perkebunan yang layak.

Hadapi banyak tantangan, Siswanto selaku Wakil Ketua GAPKI Kalteng dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini petani sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.

“Tantangan globalisasi dan teknologi merupakan tantangan yang musti kita selaraskan dalam meningkatkan produktivitas di industri kelapa sawit. Kami berterima kasih kepada Media Perkebunan bisa mengadakan kali kedua acara ini semoga bisa mendapatkan manfaat dan masukan yang sangat berharga sebagai acuan untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit baik di perusahaan maupun khususnya petani rakyat,” ujar Siswanto.

Peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat (PSR) sangat mendukung ketahanan pangan dan energi nasional dalam upaya menjamin ketersediaan minyak nabati bati pangan dan bahan bakar nabati.

Dewan Pakar P3PI dan Media Perkebunan, Dr. Gusti Artama Gultom dalam paparannya menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan tanaman tua, produktivitas sawit setelah replanting mengalami peningkatan sebanyak lebih dari 3 ton CPO/ha/tahun.

“Kebutuhan CPO untuk pangan dan energi akan mengalami tren naik, implementasi B50 membutuhkan setidaknya 17-18 juta ton CPO dan kebutuhan untuk pangan pun akan terus naik sehingga harus dilakukan replanting segera,” ujarnya.

Baca Juga :  Tiga Mayat Ditemukan di Pit Tambang PT MUTU Perbatasan Barsel–Barut, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

Namun, dalam praktiknya replanting harus dilakukan dengan teknis budidaya yang tepat. Keterbatasan petani terutama di daerah akan akses informasi yang memadai mengenai budidaya menjadi landasan utama terselenggaranya TKS.

Ketua Panitia Pelaksana TKS 2026, Hendra J. Purba menyampaikan bahwa terkait perluasan 2-5 juta ha sawit dan intensifikasi untuk meningkatkan produktivitas diperlukan penggunaan bibit yang optimal.

“Di daerah sentra kelapa sawit seperti Kotawaringin Barat, peluang ekstensifikasi sudah tidak ada, sehingga satu-satunya cara adalah dengan intensifikasi dengan titik berat berada di kebun rakyat. Namun, salah satu penyebab rendahnya produktivitas adalah penggunaan benih ilegitim, karenanya di TKS ini kami bawa produsen kecambah,” ujar Hendra.

TKS juga menghadirkan pameran teknologi dan field trip atau kunjungan lapangan ke PT Sukses Karya Mandiri untuk melakukan praktik upaya peningkatan produktivitas sawit dapat menjadi upaya pengembangan sumber daya manusia perkebunan sawit sehingga produktivitas dapat meningkat dan kesejahteraan petani tercapai.

Kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan, dan kini TKS hadir di Pangkalan Bun sebagai upaya memberikan informasi yang lebih mendalam kepada para petani, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah yang dikenal sebagai daerah dengan luas kebun dan produksi kelapa sawit terbesar di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, para petani mendapatkan pemahaman terkait berbagai aspek penting, mulai dari regulasi untuk memperoleh kepastian berusaha, dukungan bantuan sarana dan prasarana perkebunan guna mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), hingga inovasi budidaya serta pemanfaatan teknologi yang menunjang penerapan Good Agricultural Practices (GAP).
(*)

Berita Terkait

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari
Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir
Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan
Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau
Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah
Maksimalkan Pengerjaan Drainase Sasaran TMMD, Alat Berat Dikerahkan
Bupati Kotabaru Perkuat Transformasi Digital Lewat Kerjasama Dengan Telkomsel
Sugie: Karhutla Tanggung Jawab Bersama, HKT Ajak Semua Pihak Bergerak 

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya hingga Malam Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Demo Karhutla di Kantor Gubernur Kalteng Ricuh, Massa Kecewa Gubernur Tak Hadir

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Nakhoda Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau: Fitriliani Handayani Usung Misi Jadi ‘Rumah Nyaman’ Kaum Perempuan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Barisan Strategis, Fitriliani Handayani Resmi Pimpin Perempuan Bangsa DPC PKB Pulang Pisau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Masjid Jami Baitul Abror Gelar Program Bahan Pokok Murah Dari Jama’ah Untuk Jama’ah

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page