LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palangka Raya dipercaya untuk melakukan tugas pengamanan (pam) pada kegiatan jalan sehat dan sepeda santai yang digelar oleh Polda Kalteng dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Pam dilakukan oleh para personel gabungan Polresta Palangka Raya dan jajaran yang dikomandoi oleh Kabagops, Kompol Henry, S.E. sebagai koordinator tugas beserta Kasatlantas, Kompol Hermanto, S.H. selaku wakil koordinator, Sabtu (27/6/2026) pagi.
Kapolresta, Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H. melalui Kompol Henry menjelaskan, pam dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama berlangsung kegiatan tersebut.
“Pam kami lakukan mulai dari titik start di Mapolda Kalteng hingga seluruh rute yang akan dilalui oleh para peserta jalan sehat dan sepeda santai, yakni pada area sekitar Bundaran Besar, Bundaran Kecil, Bundaran Burung, Tjilik Riwut, RTA Milono dan Imam Bonjol,” jelasnya.
Baca Juga : Berikut versi narasi bergaya media arus utama dengan fokus pada peran Cak Sam sebagai mediator. Saya mempertahankan gaya pemberitaan yang netral dan menghindari penyajian asumsi sebagai fakta. Judul: Cak Sam Mediasi Pasangan Muda di Palangka Raya, Sepakati Libatkan Keluarga untuk Cari Solusi Terbaik Narasi: Palangka Raya – Seorang mahasiswi berinisial B (19) di Kota Palangka Raya bersama keluarganya mengadukan persoalan yang dihadapinya kepada Cak Sam setelah mengaku tengah mengandung sekitar dua bulan. Perempuan tersebut menyebut pacarnya, K (20), yang bekerja di salah satu perusahaan di Palangka Raya, tidak lagi dapat dihubungi setelah mengetahui kehamilan tersebut. Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak perempuan, keduanya telah menjalin hubungan sejak awal tahun 2026 dan sempat beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri atas dasar suka sama suka. Setelah mengetahui dirinya hamil, B mengaku telah memberitahukan kondisi tersebut kepada K. Namun, menurut pengakuan B, respons yang diterimanya tidak sesuai harapan. Ia mengaku sempat diminta untuk menggugurkan kandungannya. Setelah itu, komunikasi antara keduanya dikatakan terputus karena seluruh akses komunikasi diblokir. Mendengar keluhan tersebut, Cak Sam kemudian memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak beserta keluarga dalam suasana mediasi. Pertemuan berlangsung dengan mengedepankan dialog dan penyelesaian secara kekeluargaan. Dari hasil mediasi, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan awal untuk membawa persoalan tersebut kepada orang tua masing-masing di kampung halaman. Langkah itu ditempuh sebagai upaya mencari penyelesaian terbaik, termasuk membahas rencana pernikahan apabila disetujui oleh kedua keluarga. Cak Sam berharap komunikasi antarkeluarga dapat berjalan dengan baik sehingga persoalan ini dapat diselesaikan secara bijaksana, dengan mengutamakan tanggung jawab serta kepentingan semua pihak yang terlibat.
Selain menjaga situasi kamtibmas, Henry menegaskan bahwa tugas pam juga bertujuan untuk memastikan kondisi lalu lintas pada seluruh rute tersebut tetap kondusif, sehingga akan dilakukan pengaturan arus lalu lintas oleh para personel Satlantas bersama Ditlantas Polda Kalteng.
“Kami tentunya akan melaksanakan tugas pam ini dengan seoptimal mungkin sebagai wujud semangat menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, sehingga seluruh rangkaian kegiatan pun dapat berjalan dengan aman dan tertib,” pungkasnya. (pm)