Pemilik Tanah Laporkan Sidang Adat Tak Sah, Kuasa Hukum Desak Penegakan Kelembagaan Adat di Jekan Raya

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

·Palangka Raya, 24 November 2025 — Sengketa tanah di Jalan G. Obos, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya kembali mencuat. Kuasa hukum pemilik tanah, BT, resmi melaporkan dugaan pelaksanaan sidang adat dan eksekusi lahan yang dinilai tidak sah karena dilakukan oleh pejabat sementara (Pjs) Damang yang disebut telah berakhir masa jabatannya.

Laporan tersebut dilayangkan oleh Suriansyah Halim dari Suriansyah Halim Lam Firm kepada Kedamangan Kecamatan Jekan Raya, mewakili pemilik tanah yang tercatat sebagai ahli waris atas tanah seluas sekitar 1.000 meter persegi berdasarkan Sertipikat Hak Pakai No. 1049 atas nama Budi Rachman Tanujaya tertanggal 19 Juni 1986.

Riwayat Sengketa Tanah

Tanah tersebut sebelumnya sempat disengketakan akibat penyewaan kepada pihak ketiga. Namun, sengketa dinyatakan selesai pada 8 Agustus 2019 melalui kesepakatan damai di hadapan notaris, dengan pembayaran kompensasi sebesar Rp80 juta kepada pihak Lubis.

Baca Juga :  Pangdam XXII/Tambun Bungai Sambut Menhan di Palangka Raya, Tegaskan Komitmen TNI Jaga Kelestarian Hutan Kalteng

Putusan Adat Dinilai Cacat Prosedur

Kuasa hukum menilai putusan Kerapatan Mantir/Led Kedamangan Jekan Raya Nomor 088/DKA-KJR/IX/2025 tertanggal 30 September 2025 cacat prosedur. Pihak pemilik tanah menyebut tidak pernah menerima pemanggilan resmi dalam proses sidang.

Sebelumnya, pelapor telah mengirimkan Surat Klasifikasi Sengketa Tanah dan Pemberitahuan Pemilik Tanah pada 1 September 2025 sebagai dasar keberatan.

Eksekusi Diduga Dilakukan oleh Pjs Damang yang Telah Habis Masa Jabatan

Eksekusi lapangan dilaporkan terjadi pada 22 November 2025 dipimpin seseorang yang mengaku sebagai Pjs Damang Jekan Raya, Rudi Irawan.

Namun berdasarkan Keputusan Wali Kota Palangka Raya Nomor 188.45/369/2024, masa jabatan pejabat sementara tersebut disebut berakhir pada 30 September 2025.

Pelapor menilai tindakan itu tidak memiliki dasar legal kelembagaan.

Diduga Bertentangan dengan Regulasi Adat

Kuasa hukum menyebut tindakan tersebut berpotensi melanggar sejumlah ketentuan hukum adat, di antaranya:

Baca Juga :  Kapolres Gumas Menghadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Jaya Samaya Monong Jadi Inspektur Upacara

Perda Kota Palangka Raya No. 6 Tahun 2018 tentang Kelembagaan Adat Dayak

Perda Provinsi Kalteng No. 1 Tahun 2010 tentang Kelembagaan Adat Dayak

SOP Penyelesaian Sengketa Adat DAD Kota Palangka Raya Tahun 2018

Pelapor Ajukan Tiga Tuntutan

Dalam laporan resmi, pelapor menyampaikan tiga poin tuntutan:

Sidang ulang dan pembatalan putusan adat sebelumnya.

Klarifikasi kelembagaan dan penegakan disiplin internal Kedamangan Jekan Raya.

Arahan serta evaluasi dari DAD Kota Palangka Raya.

Mengklaim Upaya Demi Tegaknya Hukum Adat

Suriansyah Halim menyatakan langkah hukum ini dilakukan bukan untuk mengabaikan hukum adat, melainkan memastikan proses penyelesaian sengketa adat berjalan sesuai aturan dan kelembagaan yang sah.Minggu 23-11-25.

Laporan tersebut juga ditembuskan kepada Wali Kota Palangka Raya, Ketua DAD Kota Palangka Raya, dan pihak klien. (*/rls/sgn/red)

Berita Terkait

Kapolsek Fajar Sidik Perkuat Kedekatan dengan Warga Lewat “Jum’at Curhat”, Serap Langsung Aspirasi Kamtibmas
Kapolsek Sepang Ipda Purwanto Lakukan Kunjungan Perdana, Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat
Kapolres Seruyan Tegaskan Dugaan Permintaan Uang oleh Oknum Anggota untuk Kepentingan Pribadi, Propam Lakukan Penelusuran
Kapolsek Kapuas Hulu Pimpin Langkah Tegas Penertiban PETI, Aparat Gabungan Pasang Police Line dan Spanduk Larangan
Sengketa Lahan 799 Hektare di Bartim Memanas, Warga Blokade Jalur Hauling PT Bartim Coalindo, Mediasi Berlanjut ke Cek Lapangan
Uji Coba Mesin Pemadam di KM Berkah Multi Fungsi Berjalan Lancar, Ketua LSR–LPMT Kalteng Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
Sinergi Kalteng–Kalsel Diperkuat, Pangdam XXII/Tambun Bungai Dorong Pengembangan Ekonomi Perbatasan dan Pembentukan Batalyon di Setiap Kabupaten
Ramah Tamah Kasrem 102/Pjg dengan Pemkab Barito Utara, Kolonel Inf Jajang Kurniawan Pamit Pindah Tugas
Berita ini 209 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 11:53 WIB

Kapolsek Sepang Ipda Purwanto Lakukan Kunjungan Perdana, Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Jumat, 17 April 2026 - 11:04 WIB

Kapolres Seruyan Tegaskan Dugaan Permintaan Uang oleh Oknum Anggota untuk Kepentingan Pribadi, Propam Lakukan Penelusuran

Kamis, 16 April 2026 - 20:01 WIB

Kapolsek Kapuas Hulu Pimpin Langkah Tegas Penertiban PETI, Aparat Gabungan Pasang Police Line dan Spanduk Larangan

Kamis, 16 April 2026 - 19:16 WIB

Sengketa Lahan 799 Hektare di Bartim Memanas, Warga Blokade Jalur Hauling PT Bartim Coalindo, Mediasi Berlanjut ke Cek Lapangan

Kamis, 16 April 2026 - 14:18 WIB

Uji Coba Mesin Pemadam di KM Berkah Multi Fungsi Berjalan Lancar, Ketua LSR–LPMT Kalteng Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Berita Terbaru

Uncategorized

TNI Hadir Untuk Rakyat, Pembangunan Jembatan Garuda Terus Berlanjut

Jumat, 17 Apr 2026 - 12:42 WIB

Uncategorized

Datangi Pangkalan Ojol, Polsek Pahandut Edukasikan Layanan Polri 110

Jumat, 17 Apr 2026 - 12:33 WIB

You cannot copy content of this page