LINTAS KALIMANTAN | Tim Penyuluh Karhutla Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LVI Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 mengedukasi masyarakat Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (7/9/2026).
Penyuluhan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama di tengah kondisi rawan kebakaran.
Kegiatan dipimpin Ketua Tim Pasis Sesko TNI, Kolonel Pnb Iwan Setiawan, bersama sejumlah Pasis Sesko TNI. Sekitar 30 peserta mengikuti kegiatan, terdiri dari masyarakat, perangkat desa, tokoh agama, Linmas, RT/RW serta Babinsa Koramil 1014-05/Pangkalan Banteng.
Dalam penyuluhan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla dan pentingnya menjaga lingkungan. Warga juga diingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Kolonel Pnb Iwan Setiawan mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan bagi tim untuk menggali informasi langsung terkait kondisi dan penanganan Karhutla di lapangan.
“Kami ingin mendapatkan masukan dari petugas dan masyarakat. Semua informasi ini akan kami catat dan menjadi bahan kajian serta masukan bagi pimpinan dalam mengambil keputusan ke depan,” ujar Iwan.
Menurutnya, informasi dari masyarakat dan aparat di tingkat desa menjadi bagian penting dalam memahami kondisi nyata penanganan Karhutla, termasuk berbagai kendala yang ditemukan di lapangan.
Sementara itu, Kolonel Laut (P) Agus Yunianto yang turut memberikan materi menekankan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama.
Masyarakat diminta berperan aktif menjaga lingkungan serta menyampaikan edukasi kepada warga lainnya, khususnya pemilik lahan, agar tidak menggunakan cara pembakaran dalam membuka maupun membersihkan lahan.
“Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan,” menjadi salah satu penekanan dalam penyuluhan tersebut.
Melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat diharapkan semakin meningkat sehingga potensi terjadinya Karhutla dapat diminimalisir. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam mencegah kebakaran sejak dini di wilayah Kobar. (*)







