LINTAS KALIMANTAN | PALANGKARAYA — Satu tahun perjalanan Kodam XXII/Tambun Bungai menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara. Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengingatkan seluruh prajurit agar tidak cepat berpuas diri di tengah tantangan tugas yang semakin komtengahSenin 19-8-2026.
Peringatan satu tahun Kodam XXII/Tambun Bungai, menurut Zainul, bukan sekadar seremoni. Momentum tersebut harus menjadi refleksi sekaligus peneguhan tekad seluruh prajurit untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kesiapan dalam menjalankan tugas.
“Setahun Kodam XXII menjadi tonggak untuk meneguhkan kembali komitmen pengabdian kita kepada bangsa dan negara, khususnya di tanah Kalimantan yang sarat dengan nilai-nilai luhur,” kata Zainul.
Ia menilai tantangan yang dihadapi prajurit ke depan akan semakin dinamis dan penuh ketidakpastian. Karena itu, setiap personel dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak merasa cukup dengan capaian yang telah diraih.
“Menghadapi dinamika dan tantangan ke depan yang semakin kompleks dan sarat dengan ketidakpastian, saya menekankan kepada seluruh prajurit Kodam agar jangan pernah berpuas diri,” tegasnya.
Zainul meminta kemampuan prajurit terus diasah, baik dari sisi profesionalisme maupun kesiapan operasional. Perkembangan teknologi dan perubahan situasi sosial di wilayah tugas juga harus menjadi perhatian setiap prajurit.
“Kita harus terus mengasah kemampuan, meningkatkan kesiapan operasional serta tanggap terhadap perkembangan teknologi dan situasi sosial di wilayah tugas masing-masing,” ujarnya.
Tak hanya soal kemampuan militer, Zainul menekankan pentingnya menjaga jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional.
Menurutnya, prajurit harus mampu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan dan membutuhkan kehadiran negara.
“Jadilah tentara modern sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional yang selalu hadir memberikan solusi di tengah kesulitan masyarakat,” katanya.
Zainul juga mengajak TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas wilayah Kalimantan. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk menciptakan kondisi yang kondusif sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Mari kita bersama-sama bahu-membahu dengan para gubernur, Kapolda dan seluruh masyarakat untuk menjaga kondusivitas serta mengawal kemajuan daerah demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (*/rls/sgn/red)







