OPINI: Kasus PT AKT dan Ujian Keseriusan Penegakan Hukum di Kalimantan Tengah

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Kasus dugaan korupsi dan aktivitas pertambangan ilegal yang menyeret PT AKT kembali menjadi perhatian publik setelah Aliansi SUMBO dan Forum Kalimantan Membangun (FKM) melayangkan laporan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI. Dalam laporan tersebut, sejumlah nama yang dinilai memiliki keterkaitan dengan aktivitas perusahaan diminta untuk diperiksa guna mengungkap perkara secara menyeluruh.

Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan yang berkembang, langkah masyarakat sipil dalam mengawal proses hukum patut diapresiasi sebagai bentuk partisipasi publik dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas. Di negara hukum, setiap warga negara memiliki hak untuk melaporkan dugaan pelanggaran hukum, sementara aparat penegak hukum memiliki kewajiban untuk menindaklanjutinya secara profesional dan objektif.

Kasus PT AKT bukan sekadar perkara hukum biasa. Nilai kerugian negara yang disebut mencapai Rp4,2 triliun menjadikannya salah satu kasus yang paling menyita perhatian masyarakat Kalimantan Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Angka tersebut bukan hanya menggambarkan potensi kerugian finansial negara, tetapi juga mencerminkan besarnya dampak yang mungkin ditimbulkan terhadap tata kelola sumber daya alam, lingkungan hidup, dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Baca Juga :  Polsek Pahandut Kedepankan Mediasi Humanis, Sengketa Lahan di Petuk Katimpun Diselesaikan Lewat Musyawarah

Masyarakat tentu berharap pengusutan perkara ini tidak berhenti pada pelaku lapangan semata. Jika terdapat pihak lain yang mengetahui, menikmati hasil, atau memiliki keterkaitan dengan aktivitas yang sedang diselidiki, maka seluruh fakta harus dibuka secara terang benderang. Prinsip kesetaraan di hadapan hukum mengharuskan tidak ada pihak yang kebal dari pemeriksaan apabila memang diperlukan untuk kepentingan penyidikan.

Namun demikian, semangat pemberantasan korupsi dan penegakan hukum harus tetap berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap asas praduga tak bersalah. Nama yang disebut dalam laporan belum tentu terbukti bersalah. Oleh karena itu, masyarakat perlu memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja berdasarkan alat bukti, bukan berdasarkan tekanan opini maupun persepsi publik semata.

Di sisi lain, Kejaksaan Agung memiliki momentum penting untuk menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap sektor sumber daya alam dilakukan secara serius, profesional, dan tanpa pandang bulu. Publik menunggu langkah konkret berupa pendalaman terhadap seluruh pihak yang relevan, penelusuran aliran dana, serta pemulihan kerugian negara apabila nantinya terbukti terjadi tindak pidana yang merugikan negara. Beberapa langkah penertiban kawasan yang berkaitan dengan perkara PT AKT sebelumnya memang telah dilakukan pemerintah dan aparat penegak hukum, sehingga masyarakat kini menanti kelanjutan proses tersebut hingga tuntas.

Baca Juga :  MTB XCO Kotabaru Hebat 2026 Resmi Ditutup, Angkat Sport Tourism dan Lahirkan Bibit Atlet Baru

Pada akhirnya, kasus PT AKT akan menjadi cermin apakah pengelolaan sumber daya alam di Indonesia benar-benar diawasi dengan baik dan apakah hukum mampu menjangkau siapa pun yang terlibat tanpa melihat jabatan, kekuasaan, maupun pengaruh politik. Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar penetapan tersangka atau munculnya nama-nama baru dalam laporan, melainkan kepastian hukum yang berkeadilan dan memberikan efek jera bagi siapa pun yang terbukti melanggar hukum.

Karena itu, proses hukum harus dikawal bersama, tetapi juga harus dihormati. Transparansi wajib ditegakkan, namun objektivitas tidak boleh dikorbankan. Hanya dengan cara itulah kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dapat terus terjaga.

Penulis : Sugian

Berita Terkait

Benteng Hijau Penjaga Pesisir: Mengapa Mangrove Penting bagi Masa Depan Indonesia? 
Heboh! Belasan Makam di Barito Timur Ditemukan Berlubang Misterius, Polisi Selidiki Dugaan Pembongkaran
Puluhan Awak Media Hadiri Makan Siang dan Silaturahmi di Rumah Makan Shanghai Palangka Raya
Pengadaan Jasa Publikasi Diskominfo Kalteng Jadi Sorotan, Publik Minta Penjelasan Soal Mekanisme dan Perbedaan Tarif
Wagub Edy Pratowo Tinjau Layanan Kesehatan Gratis Polda Kalteng pada Puncak Hari Bhayangkara ke-80
LPG 3 Kg Langka di Kawasan Mandawai Palangka Raya, Pedagang dan Warga Keluhkan Sulitnya Pasokan
Pimpin IWO Kalteng Lima Tahun ke Depan, Endra Setiawan Siapkan Program Strategis
Penyelesaian Polemik Zheze Galuh Ditempuh Lewat Jalur Adat, Damang Pahandut Siapkan Prosesi Perdamaian

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:14 WIB

Benteng Hijau Penjaga Pesisir: Mengapa Mangrove Penting bagi Masa Depan Indonesia? 

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:27 WIB

Heboh! Belasan Makam di Barito Timur Ditemukan Berlubang Misterius, Polisi Selidiki Dugaan Pembongkaran

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Puluhan Awak Media Hadiri Makan Siang dan Silaturahmi di Rumah Makan Shanghai Palangka Raya

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:26 WIB

Pengadaan Jasa Publikasi Diskominfo Kalteng Jadi Sorotan, Publik Minta Penjelasan Soal Mekanisme dan Perbedaan Tarif

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:31 WIB

Wagub Edy Pratowo Tinjau Layanan Kesehatan Gratis Polda Kalteng pada Puncak Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page