LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA — Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Agustan Saining, S.Hut., M.Si., menegaskan bahwa menjaga keamanan dan kelestarian hutan di Kalimantan Tengah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dinilai menjadi kunci menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Pesan tersebut disampaikan Agustan saat menghadiri peringatan HUT ke-1 Kodam XXII/Tambun Bungai yang ditandai dengan Upacara Parade, Defile dan Syukuran di Lapangan Upacara Makodam XXII/Tambun Bungai, Senin (10/8/2026).
Menurut Agustan, satu tahun perjalanan pengabdian Kodam XXII/Tambun Bungai bukan sekadar menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan, ketertiban dan mendukung pembangunan daerah.
“Peringatan HUT ke-1 Kodam XXII/Tambun Bungai bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pengabdian, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan di Kalimantan Tengah.”
Agustan: Menjaga Hutan Bukan Tugas Pemerintah Semata
Agustan menilai persoalan pembangunan dan pengelolaan lingkungan di Kalimantan Tengah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Menurutnya, keberadaan kawasan hutan yang luas menjadikan upaya perlindungan hutan sebagai tanggung jawab bersama.
Ia menegaskan, pemerintah melalui perangkat teknis tidak mungkin bekerja sendiri. Dukungan masyarakat dan sinergi dengan berbagai institusi, termasuk TNI, diperlukan agar upaya menjaga hutan dapat berjalan lebih kuat dan efektif.
“Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan seluruh pihak, termasuk jajaran TNI, dalam menjaga hutan dan lingkungan. Hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama.”
Bagi Agustan, kolaborasi dengan jajaran TNI memiliki arti penting, terutama dalam memperkuat stabilitas daerah sekaligus mendukung agenda pembangunan yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Karena itu, ia berharap sinergi yang terbangun tidak berhenti pada momentum peringatan HUT Kodam XXII/Tambun Bungai, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata di lapangan.
Keamanan dan Kelestarian Harus Berjalan Beriringan
Agustan juga berharap usia satu tahun Kodam XXII/Tambun Bungai menjadi momentum untuk semakin memperkuat semangat kebersamaan dan pengabdian seluruh elemen di Kalimantan Tengah.
Ia menyampaikan apresiasi atas perjalanan pengabdian Kodam XXII/Tambun Bungai sekaligus berharap institusi tersebut semakin solid dan profesional dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara.
“Semoga Kodam XXII/Tambun Bungai semakin solid, profesional, dan senantiasa memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara. Mari kita terus perkuat kebersamaan dan sinergi untuk mewujudkan Kalimantan Tengah yang aman, maju, sejahtera, serta tetap lestari.”
Agustan menilai keamanan, pembangunan dan kelestarian lingkungan merupakan tiga aspek yang tidak dapat dipisahkan. Ketiganya harus berjalan beriringan agar pembangunan Kalimantan Tengah dapat terus bergerak tanpa mengesampingkan keberlanjutan hutan dan lingkungan.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat, ia optimistis Kalimantan Tengah dapat tumbuh sebagai daerah yang aman, maju dan sejahtera, sekaligus mampu mempertahankan kelestarian sumber daya hutannya.
Bagi Agustan, menjaga hutan bukan pekerjaan satu institusi. Dibutuhkan satu gerak bersama agar pembangunan berjalan, keamanan tetap terjaga, dan hutan Kalimantan Tengah tetap lestari.(*/rls/sgn/red)







