Gubernur Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, Strategi Diperluas dari Darat hingga Udara

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat langkah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Gubernur Kalimantan Tengah menempatkan pencegahan, deteksi dini, hingga percepatan pemadaman sebagai bagian penting dalam menjaga wilayah Kalteng dari ancaman kebakaran dan kabut asap.

Penanganan Karhutla dilakukan secara berlapis. Upaya di lapangan dimulai dari patroli dan pemantauan kondisi wilayah, deteksi dini terhadap potensi titik api, hingga pengerahan personel untuk melakukan pemadaman ketika kebakaran ditemukan.

Selain mengandalkan kekuatan pemadaman di darat, penanganan juga diperkuat melalui dukungan udara berupa waterbombing. Operasi Modifikasi Cuaca turut menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk membantu menciptakan kondisi yang lebih mendukung dalam pengendalian Karhutla.

Gubernur Kalteng menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta unsur terkait lainnya.Kamis 13-8-2026.

Baca Juga :  Kapolsek Katingan Hilir Berganti, Polres Katingan Tegaskan Penguatan Pelayanan dan Kamtibmas

Sinergi tersebut menjadi penting karena karakteristik wilayah Kalimantan Tengah memiliki kawasan yang luas dengan kondisi lahan yang membutuhkan penanganan cepat ketika muncul titik api. Semakin cepat api terdeteksi dan ditangani, semakin besar peluang mencegah kebakaran meluas.

Tak hanya memadamkan api, pemerintah juga memperhatikan masyarakat yang terdampak. Bantuan dan perlindungan kesehatan disiapkan sebagai bagian dari upaya menjaga masyarakat dari dampak Karhutla, khususnya ketika kondisi udara mulai memburuk akibat asap.

Di sisi pencegahan, masyarakat kembali diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Kebiasaan pembakaran lahan dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca dan lahan mendukung penyebaran api.

Masyarakat juga diminta berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar. Informasi yang cepat dapat membantu petugas melakukan pengecekan dan mengambil tindakan sebelum api semakin meluas.

Baca Juga :  Relawan HKT Kalteng Pererat Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadan

Bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, penanganan Karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api, tetapi juga menjaga lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat, dan memastikan aktivitas warga tetap berjalan tanpa terganggu kabut asap.

Dari patroli di darat hingga waterbombing dari udara, Kalteng memperkuat langkah menghadapi Karhutla. Kolaborasi pemerintah, aparat, petugas lapangan, relawan, dan masyarakat menjadi kunci agar api tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Mari bersama menjaga Kalteng.

Jangan buka dan bersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin.(*/rls/sgn/red)

 

 

 

Sumber MNC Kalteng

Berita Terkait

PT Pelindo Regional 3 Pelabuhan Kumai Pastikan Arus Kapal Penumpang dan Roro Tetap Terkendali
Sengketa Tanah di Pangkalan Satu Diharapkan Tetap Jaga Kondusifitas Kobar
Kerapatan Mantir Adat Imbau Para Pihak Dapat Menahan Diri Dalam Sengketa Lahan di Desa Pangkalan Satu
Pemdes Pangkalan Satu Segera Mengambil Keputusan Pencabutan Surat Tanah Milik Aris
Bupati Kobar Tekankan Deteksi Dini Penanganan Karhutla
Kerapatan Mantir Adat Saksikan Pemasangan Patok Batas Tanah Pihak Arpenos di Desa Pangkalan Satu
Korintiga Hutani Distribusikan Bantuan, Dukung Penanggulangan Karhutla di Kobar
Di Mana Bumi Dipijak, di Situ Langit Dijunjung”: Pihak Mangkir Diingatkan Hormati Sidang Adat

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 22:23 WIB

PT Pelindo Regional 3 Pelabuhan Kumai Pastikan Arus Kapal Penumpang dan Roro Tetap Terkendali

Selasa, 15 September 2026 - 13:19 WIB

Sengketa Tanah di Pangkalan Satu Diharapkan Tetap Jaga Kondusifitas Kobar

Senin, 14 September 2026 - 15:50 WIB

Pemdes Pangkalan Satu Segera Mengambil Keputusan Pencabutan Surat Tanah Milik Aris

Sabtu, 12 September 2026 - 18:56 WIB

Bupati Kobar Tekankan Deteksi Dini Penanganan Karhutla

Sabtu, 12 September 2026 - 13:38 WIB

Kerapatan Mantir Adat Saksikan Pemasangan Patok Batas Tanah Pihak Arpenos di Desa Pangkalan Satu

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page