Bocah 14 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Kahayan, Pencarian Terus Dilakukan

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA — Muhammad Kasfi Rosadi, bocah berusia sekitar 14 tahun, diduga tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan, kawasan Pelabuhan Rambang, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 10.40 WIB.

Hingga Minggu sore , keberadaan Kasfi masih dalam pencarian. Petugas bersama warga terus menyisir kawasan sungai di sekitar lokasi kejadian.

Kasfi diketahui merupakan warga RT 1/RW 5, kawasan Kampung Baru. Sebelum kejadian, korban diduga datang ke Pelabuhan Rambang bersama tiga orang temannya untuk bermain di sekitar sungai tanpa sepengetahuan orang tua.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kasfi bersama ketiga temannya sempat bermain di sungai. Korban yang diduga tidak bisa berenang kemudian terseret arus.

Salah seorang teman korban sempat berusaha menolong. Namun, karena khawatir ikut terseret arus, upaya tersebut tidak berhasil. Teman korban kemudian meminta pertolongan kepada orang dewasa yang berada di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Penertiban Aset Daerah Harus Dilakukan Secara Tegas

Sering Melihat Anak-anak Bermain di Sungai

Aktivitas anak-anak bermain di tepian Sungai Kahayan ternyata bukan hal yang jarang terlihat, terutama ketika air sungai surut pada musim kemarau.

H. Fauji, nahkoda kapal KM Berkah yang biasa bersandar di Pelabuhan Rambang, mengatakan dirinya kerap melihat anak-anak datang dan bermain di sekitar tepian sungai.

“Kalau musim kemarau dan Sungai Kahayan surut, banyak anak-anak yang mandi di sungai. Saya sering lihat, kalau air surut dari pagi sampai sore, mereka bermain di tepian dan berenang ramai-ramai. Entah dari mana anak-anak itu datang,” ujar Fauji.

Baca Juga :  Peringati Maulid Nabi SAW, Rakhmad Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah

Menurutnya, anak-anak biasanya datang secara berkelompok dan memanfaatkan tepian sungai sebagai tempat bermain saat kondisi air sedang surut.

“Biasanya mereka datang ramai-ramai. Kami yang berada di kapal sering melihat mereka bermain dan berenang di sekitar pelabuhan,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian, mengingat Sungai Kahayan tetap memiliki risiko bagi anak-anak yang bermain dan berenang tanpa pengawasan orang dewasa. Arus sungai yang dapat berubah serta kemampuan berenang yang terbatas dapat membahayakan keselamatan.

Sementara itu, pencarian terhadap Kasfi masih terus dilakukan. Petugas dan warga menyisir perairan di sekitar Pelabuhan Rambang dengan harapan korban segera ditemukan. (*/rls/sgn/red)

 

 

Berita Terkait

TTA Group Salurkan 2.000 Masker dan Vitamin untuk 84 Anak Panti Asuhan di Palangka Raya
Gudang PT Intiboga Mandiri di Palangka Raya Terbakar, Api Sulit Dipadamkan karena Campuran Tepung dan Minyak
HKT Perkuat Kekompakan Relawan, Sugie: Konsistensi Jadi Kunci Gerakan Sosial
WALHI Kalteng Desak Kunjungan Wapres Gibran Tak Sekadar Seremoni, Minta Kebijakan Nyata Atasi Karhutla
Wapres Gibran Dijadwalkan Kunjungi Kalteng Besok, Pantau Penanganan Karhutla
Massa Desak ATR/BPN Kalteng Audit Izin Sawit, BPN: Akan Kami Sampaikan ke Kementerian
Ketua HKT Dwi Sugiarto Dorong Forum Kebangsaan Kalteng Perkuat Persatuan
Sugie: Bangun Usaha Tak Cukup dengan Modal, Soliditas Tim Jadi Kunci

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:29 WIB

TTA Group Salurkan 2.000 Masker dan Vitamin untuk 84 Anak Panti Asuhan di Palangka Raya

Jumat, 11 September 2026 - 10:31 WIB

Gudang PT Intiboga Mandiri di Palangka Raya Terbakar, Api Sulit Dipadamkan karena Campuran Tepung dan Minyak

Kamis, 10 September 2026 - 22:05 WIB

HKT Perkuat Kekompakan Relawan, Sugie: Konsistensi Jadi Kunci Gerakan Sosial

Kamis, 10 September 2026 - 20:59 WIB

WALHI Kalteng Desak Kunjungan Wapres Gibran Tak Sekadar Seremoni, Minta Kebijakan Nyata Atasi Karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 21:01 WIB

Wapres Gibran Dijadwalkan Kunjungi Kalteng Besok, Pantau Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page