Kuasa Hukum Pelapor Suriansyah Halim : Kesaksian Saksi Terdakwa Bertentangan dengan Fakta dan Alat Bukti

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 00:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALANGKA RAYA — Kuasa hukum pelapor Hikmah Novita Sari menegaskan bahwa keterangan saksi-saksi yang dihadirkan terdakwa Zheze Galuh alias Ernawati dalam sidang dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tidak mencerminkan fakta yang sebenarnya dan bertentangan langsung dengan alat bukti di persidangan.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan kuasa hukum pelapor, Suriansyah Halim, usai sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Palangka Raya, Kamis (22/1/2026). Dalam persidangan itu, terdakwa menghadirkan tiga saksi meringankan, yakni Alfian (mantan suami terdakwa), Erniwati (adik kandung terdakwa), serta Mukaramah (kerabat terdakwa).

Menurut Suriansyah, kesaksian ketiganya justru membuka fakta adanya inkonsistensi serius yang patut dipertanyakan kebenarannya.

“Dari tiga saksi yang dihadirkan pihak terdakwa, tidak satu pun memberikan keterangan yang utuh dan sesuai dengan fakta. Apa yang disampaikan di persidangan bertentangan dengan bukti yang sudah terang-benderang,” tegas Suriansyah.

Ia secara khusus menyoroti kesaksian Alfian yang menyatakan tidak mengantarkan terdakwa saat mendatangi rumah pelapor. Pernyataan tersebut dinilai tidak sejalan dengan rekaman video siaran langsung Facebook maupun CCTV milik korban yang telah diputar di persidangan.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Anggota Koramil 1016 -01/Pahandut Pelihara Ayam Petelur

“Dalam video dan CCTV terlihat jelas Alfian mengantarkan terdakwa ke rumah klien kami. Namun di persidangan justru disampaikan sebaliknya. Ini bukan sekadar perbedaan persepsi, tapi penyangkalan terhadap fakta visual,” ujarnya.

Suriansyah juga menegaskan bahwa bantahan para saksi terdakwa terkait dugaan pengancaman tidak berdasar. Menurutnya, unsur ancaman dalam perkara ini justru telah diperkuat oleh keterangan saksi ahli bahasa yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum.

“Ahli bahasa sudah menjelaskan secara ilmiah bahwa ucapan terdakwa dalam siaran langsung mengandung unsur ancaman. Tidak hanya dari pilihan kata, tetapi juga dari konteks, intonasi, serta gestur terdakwa yang memegang pisau,” katanya.

Ia menilai, sikap saksi-saksi terdakwa yang kompak menyangkal adanya ancaman justru memperlihatkan adanya upaya mengaburkan fakta hukum yang sesungguhnya.

“Ketika saksi ahli, bukti video, dan CCTV sudah menunjukkan adanya ancaman, namun saksi terdakwa tetap menyangkal, maka patut dipertanyakan objektivitas dan kejujuran kesaksian tersebut,” tegasnya.

Baca Juga :  Satlantas Polresta Palangka Raya Tingkatkan Pelayanan SIM untuk Masyarakat

Dalam persidangan sebelumnya, saksi ahli bahasa juga menjelaskan bahwa unggahan terdakwa menggunakan ragam Melayu Banjar dengan ejaan tidak baku dan berbagai singkatan. Meski demikian, pesan yang disampaikan dinilai jelas dan mudah dipahami publik, termasuk adanya larangan kepada pelapor untuk tidak banyak berbicara serta ajakan untuk berhadapan langsung.

Suriansyah menegaskan bahwa dalih emosi yang disampaikan terdakwa tidak dapat menghapus unsur pidana dalam perkara ini.

“Pengakuan terdakwa bahwa perbuatannya dilakukan karena emosi justru memperkuat bahwa tindakan tersebut disengaja dan dilakukan dalam keadaan sadar, bukan tanpa kendali,” ujarnya.

Ia berharap majelis hakim dapat menilai perkara ini secara objektif dengan berpedoman pada alat bukti dan fakta persidangan, bukan semata pada keterangan saksi yang dinilai tidak konsisten.

“Fakta hukum sudah sangat jelas. Kami yakin majelis hakim dapat melihat mana keterangan yang jujur dan mana yang bertentangan dengan kenyataan,” pungkas Suriansyah.(*/rls/tim//red)

 

Berita Terkait

Legalitas Penggunaan Pelabuhan Jelapat untuk CPO Dipertanyakan, PT BKI dan Dishub Barsel Kompak Bungkam
Musim Kemarau Picu Karhutla dan Kebakaran Permukiman di Palangka Raya, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
BREAKING NEWS Kebakaran Hebat Hanguskan Kawasan Pasar Besar Jalan Seram,Jalan Jawa Palangka Raya
Bias Layar Ajak Masyarakat Palangka Raya Amalkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Gubernur Kalteng Tinjau Karhutla, Ikut Padamkan Titik Api
Gubernur Agustiar Minta Tambahan Armada, Penanganan Karhutla Kalteng Diperkuat Pemerintah Pusat
Sambut HUT ke-25 DPC Partai Demokrat Pulang Pisau Gelar Aksi ‘Gerakan Langit Biru’ di Masjid Noor Hidayah
Pengusaha Bengkel Las Kalteng Siap Tempuh Aksi Damai jika Pemadaman Listrik Tak Kunjung Teratasi

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Legalitas Penggunaan Pelabuhan Jelapat untuk CPO Dipertanyakan, PT BKI dan Dishub Barsel Kompak Bungkam

Minggu, 2 Agustus 2026 - 05:19 WIB

Musim Kemarau Picu Karhutla dan Kebakaran Permukiman di Palangka Raya, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:16 WIB

BREAKING NEWS Kebakaran Hebat Hanguskan Kawasan Pasar Besar Jalan Seram,Jalan Jawa Palangka Raya

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Bias Layar Ajak Masyarakat Palangka Raya Amalkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:36 WIB

Gubernur Kalteng Tinjau Karhutla, Ikut Padamkan Titik Api

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page