LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah dipastikan ambil bagian dalam Deklarasi Nasional Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia (APPI) yang akan berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kehadiran daerah ini akan diwakili Ketua Komunitas Bengkel Las Indonesia (KBLI) Kalimantan Tengah, Dwi Sugiarto.
Pria yang akrab disapa Sugie itu menilai forum nasional tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi pelaku usaha pengelasan daerah di tingkat nasional. Menurutnya, industri pengelasan di Kalimantan Tengah memiliki potensi besar berkembang apabila didukung peningkatan kompetensi, jejaring usaha, serta inovasi.
“Sudah saatnya welder Kalimantan Tengah naik kelas. Bengkel las lokal harus berani keluar dari zona nyaman, meningkatkan kualitas, memperluas jaringan, dan membuktikan bahwa karya anak daerah mampu bersaing di pentas industri nasional,” ujar Sugie, Selasa (4/8/2026).
Sugie yang juga merupakan pemilik Bengkel Las Karya Indah di Jalan RTA Milono Km 2,5, Palangka Raya, mengatakan tantangan industri saat ini tidak hanya menuntut keterampilan mengelas, tetapi juga profesionalisme dalam mengelola usaha. Sertifikasi kompetensi, tata kelola bisnis yang baik, hingga kemampuan membangun kemitraan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing.
Ia meyakini Deklarasi Nasional APPI akan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari pelatihan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses investasi, hingga perluasan pasar bagi pelaku usaha bengkel las di berbagai daerah.
“Kita memiliki banyak tenaga pengelas yang terampil. Yang perlu diperkuat sekarang adalah jejaring, kualitas, dan keberanian untuk bersaing. Saya ingin para welder Kalimantan Tengah tidak hanya dikenal sebagai pekerja yang andal, tetapi juga menjadi pengusaha yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan produk berkualitas nasional,” katanya.
Selain deklarasi, agenda nasional tersebut juga akan dirangkai dengan pameran dan lomba seni daur ulang besi bekas (Welding Art) serta forum kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, praktisi, dan berbagai pemangku kepentingan di sektor pengelasan.
Sugie berharap keikutsertaan KBLI Kalimantan Tengah tidak sekadar menjadi representasi daerah, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi perkembangan industri pengelasan di Bumi Tambun Bungai.
“Mari kita ubah cara pandang. Bengkel las bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga tempat melahirkan inovasi, membangun kemandirian ekonomi, dan mencetak pengusaha lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.
Sebelumnya, pada 10 Juli 2026, Sugie menerima undangan resmi untuk menghadiri Deklarasi Nasional APPI melalui surat bernomor 011/DEK-APPI/VI/2026. Keikutsertaan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing pelaku usaha pengelasan Kalimantan Tengah sekaligus memperluas kontribusi daerah terhadap perkembangan industri pengelasan nasional.(*/rls/sgn/red)







