Pemdes Pangkalan Satu Segera Mengambil Keputusan Pencabutan Surat Tanah Milik Aris

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Pemerintah Desa Pangkalan Satu, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), akan mengambil keputusan terkait surat tanah milik Aris yang berada di atas lahan yang diklaim keluarga Arpenos. Keputusan tersebut menjadi salah satu alternatif penyelesaian yang dibahas dalam rapat pemerintah desa bersama sejumlah pihak terkait.

Kepala Desa Pangkalan Satu, Mujiono, mengatakan rapat tersebut diikuti Badan Permusyawaratan Desa (BPD), mantan kepala desa, mantan Kasi Pemerintahan serta Aris.

“Kami baru saja rapat BPD dan mantan kepala desa, mantan Kasi Pemerintahan beserta Aris selaku pemilik lahan juga,” kata Mujiono, Senin (14/9/2026).

Baca Juga :  Anggota DPRD Patih Herman AB: Kapolres Cup 2026 Adalah Bukti Nyata Dukungan Polri Terhadap Atlet PBVSI Barito Utara

Dalam pembahasan itu, pemerintah desa memberikan sejumlah alternatif kepada Aris. Namun, Aris meminta waktu dua hari untuk mempertimbangkan dan menentukan sikap terhadap penyelesaian yang ditawarkan.

Mujiono mengatakan, apabila setelah batas waktu tersebut tidak ada keputusan dari Aris, pemerintah desa akan mengambil langkah berupa pencabutan surat tanah milik Aris yang berada di atas tanah milik keluarga Arpenos.

“Setelah dua hari apabila tidak ada keputusan dari Aris, maka dengan sendirinya kami akan menerbitkan surat keputusan pencabutan surat tanah milik Aris yang di atas tanah milik keluarga Arpenos. Dan Aris saat ini berusaha bernegosiasi dengan pihak keluarga Arpenos,” jelasnya.

Baca Juga :  Moulding Disorot di Pangkalan Banteng, Diduga Pengetap Solar Bersubsidi

Sementara itu, Arpenos menyatakan persoalan tersebut telah diserahkan kepada mekanisme adat. Karena itu, pihaknya menyampaikan tidak ada lagi pembahasan mengenai negosiasi harga seperti yang sebelumnya disampaikan.

“Karena masalah sengketa ini sudah diserahkan ke adat, maka pihak Aris berurusan dengan adat,” ujar Arpenos.

Pemerintah Desa Pangkalan Satu selanjutnya menunggu keputusan Aris setelah diberikan waktu dua hari. Hasilnya akan menjadi dasar bagi langkah yang akan ditempuh pemerintah desa terkait surat tanah tersebut. (R)

Berita Terkait

BNNP Kalteng Tutup Bimtek Lifeskill di Tumbang Nusa, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Tergugat Mangkir dalam Sidang Adat, Dinyatakan Kalah Perkara, Terkait Sengketa Tanah di Desa Pangkalan Satu
Resmi Terbentuk! Fitriliani Handayani, Ketua Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau
Upaya Gubernur Agustiar Sabran Tingkatkan Kesejahteraan di Kalteng
Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November
HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat
BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun
Hari Jantung Sedunia, RSSI Perkuat Kesadaran Deteksi Dini

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:53 WIB

BNNP Kalteng Tutup Bimtek Lifeskill di Tumbang Nusa, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Tergugat Mangkir dalam Sidang Adat, Dinyatakan Kalah Perkara, Terkait Sengketa Tanah di Desa Pangkalan Satu

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Resmi Terbentuk! Fitriliani Handayani, Ketua Baru Perempuan Bangsa PKB Pulang Pisau

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Upaya Gubernur Agustiar Sabran Tingkatkan Kesejahteraan di Kalteng

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page