Karhutla Kalteng Mengganas, 325 Perusahaan Diminta Perkuat Pengendalian

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA — Asap karhutla kembali menghantui Kalimantan Tengah. Di tengah meningkatnya ancaman kebakaran yang berpotensi mengganggu kualitas udara dan aktivitas masyarakat, pemerintah meminta perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) serta perizinan berusaha tidak hanya berorientasi pada aktivitas usaha, tetapi juga aktif mencegah dan menangani kebakaran di wilayah kerjanya.

Pesan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pemerintah dan Perusahaan Pemegang HGU untuk menghadapi puncak karhutla 2026 yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam), Senin (7/9/2026).

Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur H. Edy Pratowo mengikuti rakor secara virtual dari Posko Brimob, Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya. Rakor dipimpin langsung Menkopolkam Djamari Chaniago dan diikuti pemerintah daerah, Forkopimda serta ratusan perusahaan dari sembilan provinsi rawan karhutla.

Pemerintah menegaskan bahwa pengendalian karhutla bukan hanya tugas pemerintah dan aparat. Perusahaan yang memiliki wilayah kerja di kawasan rawan kebakaran juga memiliki kewajiban melakukan pencegahan, kesiapsiagaan dan penanggulangan kebakaran.

Baca Juga :  Pengusaha Muda Dwi Sugiarto Rayakan Milad ke-34 Bersama Komunitas HKT Dan peguyupan 

Menkopolkam Djamari Chaniago bahkan mengingatkan bahwa tanggung jawab tersebut memiliki dimensi moral dan hukum.

“Ini adalah tanggung jawab yang harus kita pikul bersama. Yaitu tanggung jawab moral pada manusia dan alam, tanggung jawab kita pada jabatan dan pada kehormatan pribadi masing-masing, dan tanggung jawab hukum yang diatur oleh negara,” tegas Djamari.»

Djamari juga meminta setiap persoalan karhutla yang berkaitan dengan hukum ditangani secara cepat dan tegas.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenkopolkam Purwito HW mengatakan rakor digelar untuk menyamakan pemahaman mengenai kondisi karhutla sekaligus memastikan komitmen bersama benar-benar diterapkan di lapangan.

“Kami berharap rakor ini menghasilkan komitmen bersama yang dapat segera dilaksanakan di lapangan,” ujarnya.

Sebanyak 325 perusahaan mengikuti rakor tersebut. Jumlah itu terdiri atas 175 pemegang HGU dan 150 pemegang perizinan berusaha pemanfaatan hutan.

Besarnya jumlah perusahaan yang terlibat menjadi penanda bahwa dunia usaha memiliki posisi penting dalam pengendalian karhutla. Pencegahan tidak boleh hanya bergerak ketika api sudah membesar, tetapi harus dimulai melalui kesiapsiagaan, pengawasan kawasan, penyediaan sarana pemadaman dan respons cepat ketika titik api muncul.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Salurkan Bansos KHBS Tahap Awal, Gubernur Kalteng: 300 Ribu KK Harus Tepat Sasaran

Rakor tersebut melibatkan sembilan provinsi yang dinilai rawan karhutla, yakni Jambi, Riau, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Sejumlah pejabat pusat turut memberikan paparan, di antaranya Kepala BNPB, Menteri Kehutanan, Menteri ATR/BPN, Kapolri dan Jaksa Agung.

Gubernur Agustiar Sabran dalam kegiatan tersebut turut didampingi unsur Forkopimda Provinsi Kalteng, Kepala BPBPK Kalteng Ahmad Thoyib serta Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining.

Kini, ujian pengendalian karhutla bukan sekadar memadamkan api. Yang lebih penting adalah memastikan api tidak kembali muncul dan dampaknya tidak semakin luas. Komitmen 325 perusahaan tersebut pada akhirnya akan terlihat bukan dari apa yang disampaikan dalam forum, melainkan dari langkah nyata di lapangan. (*/rls/red)

Berita Terkait

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam
DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis
PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut
Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya
Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam
PPN Kritik Pernyataan Kepala BNPB soal Kondisi Kalteng, Minta Suharyanto Dicopot
Ketika Asap Disebut Tak Mengganggu, Data ISPA Berkata Lain
WAGUB EDY PRATOWO: PEMERINTAH TAK BISA SENDIRI BANGUN EKONOMI KALTENG, KADIN HARUS JADI MITRA STRATEGIS

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 15:15 WIB

Relawan HKT Tetap Bergerak di Tengah Karhutla Kalteng, Doakan Api Segera Padam

Senin, 28 September 2026 - 09:58 WIB

DPW IPJI Kalteng Bersinergi dengan Pemko Palangka Raya, Layani Aktivasi IKD dan Bagikan Masker Gratis

Sabtu, 26 September 2026 - 18:07 WIB

PT. Sinar Mas Bersama Tujuh Perusahaan Gelar Bakti Sosial untuk Warga Terdampak Karhutla di Kintap Tanah Laut

Sabtu, 26 September 2026 - 17:01 WIB

Tanpa Pamrih, Relawan HKT Rela Berjibaku Padamkan Karhutla di Palangka Raya

Jumat, 25 September 2026 - 14:37 WIB

Bantu Tangani Karhutla di Tanah Laut, Sinar Mas Agribusiness and Food Berikan Bantuan Peralatan Pemadam

Berita Terbaru

LINTAS DAERAH

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:34 WIB

LINTAS TNI

Pra TMMD, Kodim 1016/Plk Mulai Rehab Rumah Tidak Layak Huni

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:37 WIB

You cannot copy content of this page