LINTAS KALIMANTAN | Kapolres Kotawaringin Barat (Kobar) AKBP Theodorus Priyo Santosa memimpin langsung apel peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di halaman Markas Komando Polres Kobar, Rabu (20/5).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut diikuti seluruh personel Polres Kobar, mulai dari jajaran perwira, bintara hingga ASN Polri. Upacara berlangsung khidmat dengan rangkaian pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembukaan UUD 1945 serta sejarah singkat Kebangkitan Nasional.
Dalam amanatnya, Kapolres membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Ia menyampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum penting dalam sejarah bangsa Indonesia untuk membangun kesadaran persatuan dalam melawan penjajahan.
“Semangat kebangkitan itu harus kita hidupkan kembali dalam konteks kekinian. Sebagai anggota Polri, wujud kebangkitan kita adalah dengan meningkatkan profesionalisme, integritas, dan pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar Kapolres.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan serta menolak segala bentuk perpecahan, hoaks dan intoleransi yang berpotensi mengganggu keutuhan bangsa. Menurutnya, Polri memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Baca Juga : Berikut versi narasi bergaya media arus utama dengan fokus pada peran Cak Sam sebagai mediator. Saya mempertahankan gaya pemberitaan yang netral dan menghindari penyajian asumsi sebagai fakta. Judul: Cak Sam Mediasi Pasangan Muda di Palangka Raya, Sepakati Libatkan Keluarga untuk Cari Solusi Terbaik Narasi: Palangka Raya – Seorang mahasiswi berinisial B (19) di Kota Palangka Raya bersama keluarganya mengadukan persoalan yang dihadapinya kepada Cak Sam setelah mengaku tengah mengandung sekitar dua bulan. Perempuan tersebut menyebut pacarnya, K (20), yang bekerja di salah satu perusahaan di Palangka Raya, tidak lagi dapat dihubungi setelah mengetahui kehamilan tersebut. Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak perempuan, keduanya telah menjalin hubungan sejak awal tahun 2026 dan sempat beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri atas dasar suka sama suka. Setelah mengetahui dirinya hamil, B mengaku telah memberitahukan kondisi tersebut kepada K. Namun, menurut pengakuan B, respons yang diterimanya tidak sesuai harapan. Ia mengaku sempat diminta untuk menggugurkan kandungannya. Setelah itu, komunikasi antara keduanya dikatakan terputus karena seluruh akses komunikasi diblokir. Mendengar keluhan tersebut, Cak Sam kemudian memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak beserta keluarga dalam suasana mediasi. Pertemuan berlangsung dengan mengedepankan dialog dan penyelesaian secara kekeluargaan. Dari hasil mediasi, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan awal untuk membawa persoalan tersebut kepada orang tua masing-masing di kampung halaman. Langkah itu ditempuh sebagai upaya mencari penyelesaian terbaik, termasuk membahas rencana pernikahan apabila disetujui oleh kedua keluarga. Cak Sam berharap komunikasi antarkeluarga dapat berjalan dengan baik sehingga persoalan ini dapat diselesaikan secara bijaksana, dengan mengutamakan tanggung jawab serta kepentingan semua pihak yang terlibat.
“Polres Kobar siap menjadi garda terdepan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat soliditas internal dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri,” tambahnya.
Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tersebut, diharapkan seluruh personel Polres Kobar semakin memperkuat semangat nasionalisme dan pengabdian kepada masyarakat dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. (*)