LINTAS KALIMANTAN | KUALA KURUN — Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., langsung membangun komunikasi dengan berbagai tokoh agama setelah mengemban tugas di Kabupaten Gunung Mas.
Pada Kamis (3/9/2026), Kapolres melakukan silaturahmi ke sejumlah lembaga dan tokoh keagamaan. Selain sebagai ajang memperkenalkan diri sebagai pejabat baru, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mendorong pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Rangkaian kunjungan dimulai pukul 09.00 WIB di Kaharingan Center, Jalan P. Diponegoro, Kelurahan Tampang Tumbang Anjir. Kapolres didampingi Kasatintelkam Polres Gunung Mas AKP R. Rachmad Abd R., S.H., dan diterima Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MD AHK) Kabupaten Gunung Mas Naro, S.Ag., M.H., beserta jajaran.
Dalam pertemuan itu, Kapolres mengajak MD AHK turut menyampaikan pesan kamtibmas dan pencegahan Karhutla kepada umat, khususnya agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Dukungan serupa juga diperoleh saat Kapolres mengunjungi Pastori Majelis Resort Gereja Kalimantan Evangelis (MR GKE) Kuala Kurun di Jalan Yos Sudarso. Pertemuan bersama Ketua MR GKE Kuala Kurun Pdt. Sri Hartati, M.Th., Sekretaris MR GKE Naftali Limin, S.T., M.M., dan jajaran tersebut membahas pentingnya peran tokoh agama dalam mengedukasi masyarakat.
MR GKE Kuala Kurun menyatakan siap membantu kepolisian dengan menyampaikan imbauan larangan membakar lahan melalui kegiatan ibadah.
Silaturahmi kemudian dilanjutkan ke kediaman Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gunung Mas KH Fahmie di Jalan Sangkurun No. 9, Kuala Kurun. Kapolres berharap pesan menjaga kamtibmas dan mencegah Karhutla dapat diteruskan kepada masyarakat melalui masjid dan musala.
Rangkaian kunjungan ditutup di Paroki Gereja Katolik Santo Arnoldus Janssen, Jalan Darlan Atjeh, Kuala Kurun. Kapolres diterima Pastor Lucius Sari Urand, SVD, Pastor Stefanus Aldi, SVD, serta Dewan Paroki.
Pihak paroki turut menyatakan kesiapan mendukung upaya kepolisian, termasuk menyampaikan imbauan kepada jemaat agar tidak melakukan pembakaran lahan.
Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi menegaskan, keterlibatan tokoh agama sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat.
“Kami berharap pesan pencegahan Karhutla dan menjaga kamtibmas dapat disampaikan secara bersama-sama. Tokoh agama memiliki peran strategis dalam mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya saat dikonfirmasi PS Kasihumas Polres Gunung Mas Ipda Abner, S.Sos., Jumat (4/9/2026) pagi.
Menurutnya, pendekatan melalui komunikasi dan silaturahmi menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran masyarakat, sehingga upaya menjaga kamtibmas tidak hanya dilakukan melalui tindakan kepolisian di lapangan.
Kapolres juga menyampaikan permohonan agar dirinya dapat diterima sebagai warga baru Kabupaten Gunung Mas. Hal tersebut menjadi bagian dari langkah awal membangun hubungan yang terbuka dengan seluruh elemen masyarakat.
Silaturahmi lintas agama tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Polres Gunung Mas untuk membangun kolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat dalam menghadapi persoalan bersama.
Di tengah ancaman Karhutla dan kabut asap, sinergi kepolisian dengan tokoh agama dinilai penting agar pesan pencegahan dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui kegiatan keagamaan.
Polres Gunung Mas berharap komunikasi yang telah dibangun bersama MD AHK, MR GKE Kuala Kurun, MUI Kabupaten Gunung Mas, dan Paroki Santo Arnoldus Janssen dapat terus diperkuat demi menjaga kamtibmas, mencegah Karhutla, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis dan responsif kepada masyarakat. (sp)







