LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya – Sejumlah personel Polresta Palangka Raya berhasil menorehkan prestasi dalam Turnamen Catur Kapolresta Cup yang digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026.
Turnamen yang berlangsung di Aula Yusuf Suganda Polresta Palangka Raya tersebut diikuti oleh peserta dari internal Polri maupun masyarakat umum dengan suasana pertandingan yang penuh semangat dan sportivitas.
Pada kategori Polri, Ipda Teguh Santoso berhasil meraih Juara I setelah menunjukkan performa terbaik sepanjang pertandingan.
Posisi Juara II diraih oleh AKP Johanes Wimbo, sedangkan Juara III berhasil diraih Aiptu Amin Puruito.
“Prestasi yang diraih personel dalam turnamen ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan, menjaga sportivitas dan memperkuat kebersamaan di lingkungan Polresta Palangka Raya,” jelas Ketua Panitia Turnamen Catur Kapolresta Cup AKP Suranto mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., Selasa (17/6/2026).
Baca Juga : Berikut versi narasi bergaya media arus utama dengan fokus pada peran Cak Sam sebagai mediator. Saya mempertahankan gaya pemberitaan yang netral dan menghindari penyajian asumsi sebagai fakta. Judul: Cak Sam Mediasi Pasangan Muda di Palangka Raya, Sepakati Libatkan Keluarga untuk Cari Solusi Terbaik Narasi: Palangka Raya – Seorang mahasiswi berinisial B (19) di Kota Palangka Raya bersama keluarganya mengadukan persoalan yang dihadapinya kepada Cak Sam setelah mengaku tengah mengandung sekitar dua bulan. Perempuan tersebut menyebut pacarnya, K (20), yang bekerja di salah satu perusahaan di Palangka Raya, tidak lagi dapat dihubungi setelah mengetahui kehamilan tersebut. Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak perempuan, keduanya telah menjalin hubungan sejak awal tahun 2026 dan sempat beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri atas dasar suka sama suka. Setelah mengetahui dirinya hamil, B mengaku telah memberitahukan kondisi tersebut kepada K. Namun, menurut pengakuan B, respons yang diterimanya tidak sesuai harapan. Ia mengaku sempat diminta untuk menggugurkan kandungannya. Setelah itu, komunikasi antara keduanya dikatakan terputus karena seluruh akses komunikasi diblokir. Mendengar keluhan tersebut, Cak Sam kemudian memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak beserta keluarga dalam suasana mediasi. Pertemuan berlangsung dengan mengedepankan dialog dan penyelesaian secara kekeluargaan. Dari hasil mediasi, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan awal untuk membawa persoalan tersebut kepada orang tua masing-masing di kampung halaman. Langkah itu ditempuh sebagai upaya mencari penyelesaian terbaik, termasuk membahas rencana pernikahan apabila disetujui oleh kedua keluarga. Cak Sam berharap komunikasi antarkeluarga dapat berjalan dengan baik sehingga persoalan ini dapat diselesaikan secara bijaksana, dengan mengutamakan tanggung jawab serta kepentingan semua pihak yang terlibat.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembinaan minat dan bakat personel di bidang olahraga catur yang membutuhkan konsentrasi, strategi dan ketelitian.
Partisipasi personel Polresta Palangka Raya dalam turnamen ini menunjukkan semangat positif dalam memeriahkan Hari Bhayangkara Ke-80 sekaligus mempererat hubungan antarpersonel.
Seluruh rangkaian pertandingan berlangsung dengan aman, tertib dan lancar hingga penentuan para juara pada masing-masing kategori.
(dk_reborn168)