Gandeng Koso Nippon, Pemda Kobar Review Program UHC

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggandeng organisasi think tank asal Jepang, Koso Nippon, melaksanakan review Program Universal Health Coverage (UHC), di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kobar, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program jaminan kesehatan di daerah tersebut.
Koso Nippon merupakan lembaga independen yang berfokus pada reformasi kebijakan publik dan peningkatan tata kelola pemerintahan melalui evaluasi partisipatif.

Dalam implementasinya di Indonesia, organisasi ini bermitra dengan Yayasan Nusantara Sejati (YNS) guna mendampingi pemerintah daerah menilai efektivitas berbagai program pembangunan.

Baca Juga :  Polsek Rungan Polres Gunung Mas Berbagi Takjil, Pererat Kedekatan dengan Masyarakat di Bulan Ramadan 1447 H

Plt. Sekretaris Bapperida Kobar, Subardianto, menjelaskan kegiatan review ini memberi ruang bagi masyarakat untuk menilai secara langsung pelaksanaan program UHC, apakah perlu dilanjutkan, diperbaiki, atau bahkan dihentikan.

Menurutnya, hasil penilaian tersebut akan dirumuskan menjadi rekomendasi sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah daerah.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Kobar, Achmad Rois, menegaskan hasil akhir review akan disusun secara komprehensif dengan mempertimbangkan masukan objektif dari evaluator maupun masyarakat.

“Setelah dirumuskan, hasilnya diharapkan tidak hanya menjadi rujukan bagi Kabupaten Kotawaringin Barat, tetapi juga dapat menjadi referensi secara nasional terkait program UHC,” ujarnya.

Baca Juga :  Klarifikasi! Pengurus KKB Barito Utara: Tokoh Bakumpai Terkait Ritual Adat di PT BAT Bertindak di Luar Organisasi

Berdasarkan rekapitulasi suara dari 31 warga penilai yang dipilih secara acak, sebanyak 22 orang menilai program UHC perlu diperbaiki, sembilan orang menyatakan program sudah baik dan tidak perlu diubah, serta tidak ada peserta yang mengusulkan penghentian program.

Metode review ini menjadi pendekatan baru dalam evaluasi kebijakan daerah dengan melibatkan masyarakat secara langsung untuk menilai capaian, tingkat penerimaan publik, serta efektivitas program sebagai bahan penyusunan rencana kerja pemerintah pada tahun berikutnya. (*)

Berita Terkait

Upaya Gubernur Agustiar Sabran Tingkatkan Kesejahteraan di Kalteng
Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November
HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat
BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun
Hari Jantung Sedunia, RSSI Perkuat Kesadaran Deteksi Dini
Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas
PT BGA Salurkan Sembako, Masker dan BBM untuk Penanganan Karhutla
Monitoring Sarana dan Prasarana Pendidikan di Lahei Barat, Iman Topik: Pastikan Kebutuhan Sekolah Terdata

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Upaya Gubernur Agustiar Sabran Tingkatkan Kesejahteraan di Kalteng

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat

Rabu, 30 September 2026 - 20:56 WIB

BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun

Senin, 28 September 2026 - 20:05 WIB

Hari Jantung Sedunia, RSSI Perkuat Kesadaran Deteksi Dini

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page