69 Tahun Kalteng: Jalan Rusak di Pedalaman Masih Jadi Keluhan Warga, Akses Bangkuang–Bartim Disorot

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | BUNTOK – Di usia ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah pada 23 Mei 2026, harapan masyarakat pedalaman terhadap pemerataan pembangunan masih belum surut. Di tengah semarak peringatan hari jadi Bumi Tambun Bungai, persoalan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di sejumlah wilayah pelosok.

Bagi masyarakat perkotaan, akses transportasi mungkin bukan lagi persoalan utama. Namun kondisi berbeda masih dirasakan warga di daerah pedalaman yang harus berjibaku dengan jalan rusak, jembatan memprihatinkan, hingga akses penghubung yang belum layak dilalui.

Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap roda perekonomian, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Salah satu ruas yang hingga kini masih dikeluhkan masyarakat yakni jalan penghubung dari Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan menuju wilayah Kabupaten Barito Timur.

Jalur tersebut dinilai sebagai urat nadi transportasi warga. Selain digunakan masyarakat Bangkuang, akses itu juga menjadi lintasan penting bagi sejumlah desa di wilayah Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan.

Baca Juga :  Perselisihan di Jalan Bhayangkara Pangkalan Bun Diklarifikasi, Kedua Pihak Diharapkan Menahan Diri

Namun hingga kini, kondisi jalan dan jembatan di kawasan tersebut dinilai belum mengalami perubahan signifikan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Saat musim hujan dan banjir melanda, sebagian ruas bahkan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Warga terpaksa menggunakan perahu bermesin untuk menembus genangan sebelum kembali melanjutkan perjalanan darat di titik jalan yang masih bisa dilalui.

Putra daerah Kelurahan Bangkuang yang juga seorang jurnalis di Kalimantan Tengah, Jhon Kenedy, menilai perhatian terhadap akses penghubung tersebut perlu menjadi prioritas pembangunan daerah.

Menurut pria yang akrab disapa Bucek itu, perbaikan memang beberapa kali dilakukan melalui proyek pemerintah. Namun penanganannya dinilai belum menyeluruh dan belum mampu mengatasi kerusakan secara permanen.

“Jalan dan jembatan ini sebenarnya sudah beberapa kali diperbaiki maupun ditingkatkan. Tetapi penanganannya belum benar-benar menyentuh semuanya,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dapat melanjutkan pembangunan dan peningkatan infrastruktur di jalur tersebut secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Jalan Rusak KM 49 Muara Teweh–Puruk Cahu Picu Kemacetan Puluhan Kilometer, Pengguna Jalan Keluhkan Lambatnya Penanganan BPJN

“Saya sangat berharap dan memohon kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar dapat melanjutkan peningkatan jalan dan jembatan dari Kelurahan Bangkuang menuju Barito Timur ini,” katanya.

Menurutnya, apabila kerusakan jalan terus dibiarkan, maka kondisi akses akan semakin parah dan berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

Ia menegaskan, akses jalan yang layak bukan sekadar soal kenyamanan perjalanan, tetapi berkaitan erat dengan stabilitas harga kebutuhan pokok, peningkatan ekonomi masyarakat, hingga keselamatan warga yang membutuhkan layanan kesehatan darurat.

“Kalau akses jalan baik dan mobilitas lancar, tentu perekonomian masyarakat meningkat, distribusi barang lebih mudah, harga bahan pokok bisa stabil. Bahkan pengantaran pasien rujukan ke rumah sakit besar juga bisa lebih cepat,” ungkapnya.

Di usia ke-69 tahun Kalimantan Tengah, harapan masyarakat di pelosok sejatinya sederhana, yakni hadirnya pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar mereka.

Sebab bagi masyarakat pedalaman, jalan yang layak bukan sekadar infrastruktur, melainkan penghubung harapan menuju kehidupan yang lebih baik.(*/rls/sgn/red)

Berita Terkait

Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas
Monitoring Sarana dan Prasarana Pendidikan di Lahei Barat, Iman Topik: Pastikan Kebutuhan Sekolah Terdata
Kades Pangkalan Satu Diduga Tidak Konsisten Dengan Pernyataan Dalam Sengketa Lahan
Dispora Kobar Lepas Atlet Tenis Meja ke Kejurnas
PT Pelindo Regional 3 Pelabuhan Kumai Pastikan Arus Kapal Penumpang dan Roro Tetap Terkendali
Sengketa Tanah di Pangkalan Satu Diharapkan Tetap Jaga Kondusifitas Kobar
Kerapatan Mantir Adat Imbau Para Pihak Dapat Menahan Diri Dalam Sengketa Lahan di Desa Pangkalan Satu
Pemdes Pangkalan Satu Segera Mengambil Keputusan Pencabutan Surat Tanah Milik Aris

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:49 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas

Sabtu, 19 September 2026 - 20:17 WIB

Monitoring Sarana dan Prasarana Pendidikan di Lahei Barat, Iman Topik: Pastikan Kebutuhan Sekolah Terdata

Sabtu, 19 September 2026 - 13:36 WIB

Kades Pangkalan Satu Diduga Tidak Konsisten Dengan Pernyataan Dalam Sengketa Lahan

Jumat, 18 September 2026 - 10:39 WIB

Dispora Kobar Lepas Atlet Tenis Meja ke Kejurnas

Rabu, 16 September 2026 - 22:23 WIB

PT Pelindo Regional 3 Pelabuhan Kumai Pastikan Arus Kapal Penumpang dan Roro Tetap Terkendali

Berita Terbaru

LINTAS HUKUM

BNN Kalteng Musnahkan Sabu 1 Kg, Hasil Ungkap Kasus Di Kobar 

Kamis, 24 Sep 2026 - 14:46 WIB

You cannot copy content of this page