LINTASKALIMANTAN.CO || Setelah dua hari pencarian yang penuh tantangan, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan dua korban tenggelam di wilayah DAS Barito Kelurahan Lanjas Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara (Kalteng). Kedua korban diketahui merupakan seorang anggota Polisi yang tengah bertugas sebagai Pengamanan dan Pengawalan (PAM) di kapal tongkang CPO PT MPG serta seorang anak buah kapal (ABK)
Peristiwa tenggelamnya kedua korban terjadi pada Sabtu, 4 April 2026 sekira Jam : 21.15 WIB malam di kawasan pelabuhan CPO milik PT MPG dan sempat dilakukan pencarian. Sejak dilaporkan hilang, tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD, Damkarmat, bersama Stakeholder terkait relawan, dan warga setempat langsung bergerak melakukan pencarian intensif.

Selama dua hari operasi, tim menyisir sejumlah titik di sepanjang aliran sungai dengan menggunakan speedboat, perahu karet, kelotok serta peralatan pendukung lainnya. Kondisi arus yang cukup deras serta visibilitas air yang terbatas serta cuaca hujan menjadi kendala utama dalam proses pencarian.
Akhirnya, kedua korban berhasil ditemukan di lokasi yang berbeda di sepanjang aliran Sungai Barito. Salah satu korban ditemukan lebih dahulu di kawasan Pasir Putih, sementara korban lainnya ditemukan tidak lama berselang 1 jam di titik berbeda yang masih berada dalam wilayah DAS Barito.

“Alhamdulillah, setelah dua hari pencarian, kedua korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Proses evakuasi langsung dilakukan di lokasi penemuan,” ungkap salah satu petugas di lapangan.
Diduga kuat, derasnya arus Sungai Barito menyebabkan kedua korban terbawa hingga beberapa kilometer dari lokasi awal kejadian. Faktor alam tersebut menjadi tantangan besar bagi tim pencari dalam menentukan titik pencarian yang tepat.
Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah korban langsung dibawa ke daratan untuk selanjutnya dilakukan proses identifikasi dan penanganan oleh pihak berwenang.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban serta rekan-rekan kerja. Kehilangan seorang anggota polisi yang tengah menjalankan tugas negara serta seorang ABK kapal menjadi pukulan tersendiri bagi semua pihak.
Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di wilayah perairan, terutama di sungai besar seperti Sungai Barito yang memiliki arus kuat dan berpotensi membahayakan.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja dan kewaspadaan tinggi dalam setiap aktivitas di kawasan pelabuhan maupun transportasi air. (*/rls/anung-peli/red).
Berita Part selanjut terkait SOP Terminal Bongkar Muat CPO di PT MPG tidak ada Lanting Tambat Pelabuhannya.








