DISOROTI BELUM KANTONGI ISPO, Syalimudin Mayasin: Desak Pemerintah  Audit PT BBR, Ada Apa?!

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTASKALIMANTAN.CO | Sorotan tajam kembali mengarah ke perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Bangun Batara Raya (PT BBR). Tepatnya di Desa Sabuh, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara (Kalteng). Pasalnya, hingga kini perusahaan tersebut diduga belum mengantongi sertifikat ISPO, yang merupakan kewajiban mutlak bagi pelaku industri sawit di Indonesia.

Tokoh masyarakat sekaligus pemerhati lingkungan, Syalimudn Mayasin, Kamis (09/04/26) angkat bicara keras. Ia mendesak pemerintah tidak lagi menutup mata dan segera melakukan audit menyeluruh terhadap operasional perusahaan tersebut.


“Ini bukan persoalan sepele. ISPO itu wajib. Kalau sampai sekarang belum ada, publik berhak bertanya: ada apa dengan PT BBR?” ungkap Syalim sapaan akrabnya yang juga Aktivitas 98.
.
Menurut Syalimudin, ketiadaan ISPO bukan hanya persoalan administratif, tetapi bisa mengindikasikan adanya persoalan serius dalam tata kelola perusahaan, mulai dari aspek lingkungan, legalitas lahan, hingga kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Keprihatinan DPRD Barito Utara terhadap Nasib Penambang Emas Tradisional, Hj. Sri Neni Trianawaty Harapkan Kemudahan Perizinan

Dugaan Masalah yang Perlu Dibongkar Syalimudin menilai audit harus dilakukan secara terbuka dan menyeluruh, dengan fokus pada beberapa poin krusial:
* Kepastian legalitas dan status lahan perkebunan.
* Kepatuhan terhadap pengelolaan lingkungan hidup.
* Sistem ketenagakerjaan, termasuk status pekerja.
* Realisasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
* Proses dan hambatan pengajuan ISPO.

“Kalau semuanya sudah sesuai, kenapa ISPO belum keluar? Ini yang harus dibuka terang-benderang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pembiaran terhadap perusahaan yang belum mengantongi ISPO berpotensi merusak kredibilitas penegakan hukum di sektor perkebunan.

Pemerintah Jangan Diam Syalimudin secara tegas meminta Pemerintah Daerah hingga Pusat segera turun tangan. Ia menilai, pengawasan tidak boleh hanya sebatas formalitas, tetapi harus benar-benar menyentuh kondisi riil di lapangan.

Baca Juga :  H Nurul Anwar, Apresiasi 128 Peserta Lolos Seleksi Administrasi Paskibraka Barito Utara

“Jangan sampai ada kesan pembiaran. Kalau ada pelanggaran, harus ditindak. Kalau tidak, ini jadi preseden buruk bagi perusahaan lain,” katanya.

Sementara itu, pihak manajemen PT BBR sebelumnya menyatakan bahwa proses pengajuan ISPO masih dalam permohonan pengajuan. Namun, pernyataan tersebut dinilai belum cukup menjawab kegelisahan publik.

“Proses itu alasan klasik. Yang dibutuhkan sekarang adalah transparansi dan tindakan nyata,” tutup Syalimudin.

Hasil Investigasi
Perkebunan kelapa sawit milik PT Bangun Batara Raya (BBR) dipastikan hingga kini belum terdaftar dalam skema Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen perusahaan. Manajer PT BBR Tulanjar menyampaikan bahwa saat ini perusahaan sebenarnya sudah mulai berproses, namun masih berada pada tahap awal pengajuan permohonan. (*/rls/anung/red).

… Bersambung?! 

Berita Terkait

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November
HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat
BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun
Hari Jantung Sedunia, RSSI Perkuat Kesadaran Deteksi Dini
Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas
PT BGA Salurkan Sembako, Masker dan BBM untuk Penanganan Karhutla
Monitoring Sarana dan Prasarana Pendidikan di Lahei Barat, Iman Topik: Pastikan Kebutuhan Sekolah Terdata
Kades Pangkalan Satu Diduga Tidak Konsisten Dengan Pernyataan Dalam Sengketa Lahan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat

Rabu, 30 September 2026 - 20:56 WIB

BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun

Senin, 28 September 2026 - 20:05 WIB

Hari Jantung Sedunia, RSSI Perkuat Kesadaran Deteksi Dini

Minggu, 20 September 2026 - 21:49 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas

Berita Terbaru

LINTAS DAERAH

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:34 WIB

LINTAS TNI

Pra TMMD, Kodim 1016/Plk Mulai Rehab Rumah Tidak Layak Huni

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:37 WIB

You cannot copy content of this page