Cak Sam Polda Kalteng Mediasi Perseteruan Mahasiswi dan Pemain Orado, Ujaran Kebencian di Medsos Jadi Sorotan

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Palangka Raya – Upaya pendekatan humanis kembali ditunjukkan oleh program Cak Sam Polda Kalimantan Tengah dalam menangani konflik sosial yang melibatkan warga. Kali ini, perseteruan dua perempuan muda di Palangka Raya yang sempat memanas di media sosial akibat dugaan perselingkuhan berhasil diselesaikan melalui mediasi dan pembinaan, Selasa (5/5/2026).

Kedua pihak yang terlibat, yakni Bunga (22), seorang mahasiswi, dan Mawar (23), yang dikenal sebagai pemain Orado (olahraga domino), sebelumnya terlibat saling serang di media sosial. Konflik tersebut tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga merembet ke ruang digital dengan saling mengunggah ujaran kebencian.

Dalam sejumlah unggahan, keduanya diketahui melontarkan kata-kata kasar dan merendahkan, seperti umpatan bernada penghinaan. Kondisi ini pun berpotensi melanggar ketentuan hukum terkait Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Perselisihan tersebut dipicu oleh dugaan hubungan terlarang. Mawar disebut-sebut menjalin kedekatan dengan suami dari rekan Bunga, yang dalam kasus ini disamarkan sebagai Melati. Kedekatan emosional Bunga dengan Melati membuatnya terpancing emosi, hingga akhirnya konflik berkembang menjadi pertikaian terbuka.

Baca Juga :  Aliansi SUMBO dan FKM Desak Kejati Kalteng Periksa Dana Pokir DPRD, Soroti Transparansi Anggaran 2024–2025

Melihat situasi yang berpotensi meluas dan berdampak negatif, tim Cak Sam Polda Kalteng turun tangan untuk melakukan mediasi. Dalam pertemuan yang difasilitasi aparat, kedua belah pihak dipertemukan secara langsung untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Dalam proses tersebut, petugas memberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum dari penyebaran ujaran kebencian di media sosial. Edukasi ini menjadi bagian penting dari pendekatan preventif kepolisian agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan platform digital.

“Ujaran kebencian di media sosial bukan hanya berdampak secara sosial, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum. Karena itu, kami mengedepankan langkah pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar salah satu perwakilan tim Cak Sam dalam mediasi tersebut.

Hasilnya, kedua pihak menyatakan kesadaran atas kesalahan masing-masing. Bunga dan Mawar sepakat untuk berdamai, saling memaafkan, serta berkomitmen tidak mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari.

Baca Juga :  Polres Pulang Pisau Ungkap Puluhan Kasus Pencurian dan Narkotika, Respons Cepat Aduan Masyarakat

Di sisi lain, pendekatan yang dilakukan Cak Sam ini mendapat apresiasi karena dinilai mampu meredam konflik tanpa harus menempuh jalur hukum yang lebih panjang. Namun demikian, aparat tetap mengingatkan bahwa tindakan serupa di masa mendatang dapat diproses sesuai aturan yang berlaku apabila kembali terjadi.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dalam menyikapi persoalan pribadi dan tidak menjadikannya konsumsi publik di media sosial. Selain merugikan diri sendiri, tindakan tersebut juga dapat berdampak luas terhadap lingkungan sosial.

Dengan penyelesaian secara damai ini, Polda Kalteng berharap budaya dialog dan penyelesaian konflik secara kekeluargaan dapat terus dikedepankan, seiring dengan meningkatnya kesadaran hukum masyarakat di era digital.(*/rls/hms/red)

Berita Terkait

Satreskrim Polres Barito Utara Ungkap Dugaan Penimbunan BBM Subsidi, Puluhan Jerigen dan Satu Unit Pick Up Diamankan
Aliansi SUMBO dan FKM Desak Kejati Kalteng Periksa Dana Pokir DPRD, Soroti Transparansi Anggaran 2024–2025
LAPOR KEMANA..!!! Warga Pertanyakan Transparansi Pengelolaan Lahan Sawit Eks PT AGU yang Dikuasai Negara di Barito Utara
Beredar Berita Tebusan SKT Rp2 Juta, Pemdes Malawaken Gelar Klarifikasi Akhirnya Bapak dan Menantu Buat Surat Pernyataan Maaf
Respon Cepat Laporan Warga, Polres Kobar Razia Motor Tak Sesuai Spesifikasi
Perdamaian Adat Dayak Tempuh Jalan Restorative Justice, Brigjen Andreas Wayan Tekankan Penyelesaian Bermartabat
Polres Pulang Pisau Ungkap Puluhan Kasus Pencurian dan Narkotika, Respons Cepat Aduan Masyarakat
Desak Gelar Perkara Dugaan Pemalsuan Dokumen di Kapuas, Ketua SUMBO Soroti Kejanggalan Serius

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:52 WIB

Satreskrim Polres Barito Utara Ungkap Dugaan Penimbunan BBM Subsidi, Puluhan Jerigen dan Satu Unit Pick Up Diamankan

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:17 WIB

Aliansi SUMBO dan FKM Desak Kejati Kalteng Periksa Dana Pokir DPRD, Soroti Transparansi Anggaran 2024–2025

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:50 WIB

LAPOR KEMANA..!!! Warga Pertanyakan Transparansi Pengelolaan Lahan Sawit Eks PT AGU yang Dikuasai Negara di Barito Utara

Senin, 11 Mei 2026 - 13:46 WIB

Beredar Berita Tebusan SKT Rp2 Juta, Pemdes Malawaken Gelar Klarifikasi Akhirnya Bapak dan Menantu Buat Surat Pernyataan Maaf

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:40 WIB

Respon Cepat Laporan Warga, Polres Kobar Razia Motor Tak Sesuai Spesifikasi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page