Tarian Ja’i Bajawa Menggema di Barito Utara, Warnai Pentahbisan 4 Imam Baru di Arena Tiara Batara

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTASKALIMANTAN.CO | Nuansa budaya lintas daerah terasa begitu kental dalam perayaan pentahbisan empat imam baru di Arena Tiara Batara. Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian adalah hadirnya Tari Ja’i khas Bajawa, yang kembali menggema dan memukau para tamu undangan.

Tari Ja’i yang berasal dari wilayah Bajawa, dikenal sebagai tarian kolosal yang sarat makna kebersamaan, solidaritas, dan sukacita. Dalam penampilannya kali ini, para penari berhasil menghadirkan energi kolektif yang kuat, menggambarkan semangat persatuan yang melampaui batas geografis dan budaya.

Acara yang berlangsung di Arena Tiara Batara ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Utara, para imam dari Keuskupan Palangka Raya, serta ratusan umat yang memadati lokasi kegiatan.
Perwakilan komunitas,

Baca Juga :  Kebakaran Gerai Rocket Chicken di Kereng Pangi, Polisi Lakukan Penyelidikan


Arnoldus Siwe, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kesempatan tampil dalam momen sakral tersebut. Ia menyebut kehadiran Tari Ja’i sebagai bentuk penghormatan sekaligus wujud eksistensi budaya di tengah masyarakat yang majemuk.

“Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami Ana Zo’o Polu Molo Pride. Kami sangat bersyukur bisa kembali tampil dan memberikan yang terbaik di hadapan pemerintah daerah, para imam, serta seluruh umat yang hadir,” ungkap siwe panggilan akrabnya kepada media ini Jumat (23/04/26).

Selain Tari Ja’i Bajawa, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni lainnya, seperti tarian khas Kalimantan Tengah dan Gawi Ende Lio. Keberagaman penampilan ini menjadi simbol kuat bahwa seni tradisional Indonesia tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah dinamika zaman.

Baca Juga :  TEGAS!? Menkomdigi: WFH Tidak Boleh Ganggu Layanan Publik


Momentum ini sekaligus mempertegas bahwa Barito Utara sebagai daerah yang kaya akan suku, budaya, dan ras, mampu menjadi ruang pertemuan harmonis berbagai identitas. Seni tari pun tampil sebagai medium pemersatu yang mempererat kebersamaan.

Arnoldus juga berharap agar ke depan, kelompok seni mereka dapat kembali ambil bagian dalam ajang budaya yang lebih luas.

“Kami berharap pada festival budaya seperti Iya Mulik Bengkang Turan mendatang, kami bisa kembali tampil dan menunjukkan kekayaan budaya yang ada di bumi Barito Utara,” tutupnya.

Perhelatan ini bukan hanya menjadi momen religius, tetapi juga panggung ekspresi budaya yang memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman di Indonesia. (*/rls/dian/red).

Berita Terkait

Upaya Gubernur Agustiar Sabran Tingkatkan Kesejahteraan di Kalteng
Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November
HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat
BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun
Hari Jantung Sedunia, RSSI Perkuat Kesadaran Deteksi Dini
Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas
PT BGA Salurkan Sembako, Masker dan BBM untuk Penanganan Karhutla
Monitoring Sarana dan Prasarana Pendidikan di Lahei Barat, Iman Topik: Pastikan Kebutuhan Sekolah Terdata

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Upaya Gubernur Agustiar Sabran Tingkatkan Kesejahteraan di Kalteng

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat

Rabu, 30 September 2026 - 20:56 WIB

BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun

Senin, 28 September 2026 - 20:05 WIB

Hari Jantung Sedunia, RSSI Perkuat Kesadaran Deteksi Dini

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page