Hari Jantung Sedunia, RSSI Perkuat Kesadaran Deteksi Dini

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | RSUD Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini penyakit jantung koroner melalui penyuluhan kesehatan yang digelar di Poliklinik Rawat Jalan RSSI, Senin (28/9).

Penyuluhan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jantung Sedunia dengan mengusung tema “Don’t Miss a Beat”. Pasien dan keluarga pasien diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali faktor risiko, tanda serta gejala penyakit jantung koroner sejak dini.

Wakil Direktur Pelayanan RSSI, dr. Rita Wey, mengatakan peringatan Hari Jantung Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan jantung. Menurutnya, berbagai keluhan maupun tanda yang berkaitan dengan kesehatan jantung perlu mendapat perhatian dan tidak sebaiknya diabaikan.

Baca Juga :  Pimpin Apel Ops Ketupat di Kobar, Kapolda Kalteng Apresiasi Kinerja Seluruh Unsur

“Melalui peringatan Hari Jantung Sedunia ini, kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung. Jangan mengabaikan keluhan atau tanda-tanda yang muncul, karena deteksi dini dan pemeriksaan kesehatan dapat menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius,” ujar dr. Rita Wey.

Materi penyuluhan disampaikan dr. Robby Gusneidi Adam dengan membahas penyakit jantung koroner secara lebih luas. Peserta memperoleh penjelasan mengenai sejumlah faktor risiko, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pasien dan keluarga untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai upaya menjaga kesehatan jantung. Edukasi diberikan agar masyarakat memiliki pemahaman lebih baik mengenai langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan faktor risiko.

Baca Juga :  Damang Lahei Dampingi Cek Lapangan Sengketa Lahan, Ajak Masyarakat Barito Utara Kedepankan Dialog Damai

RSSI mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit jantung sekaligus mendorong masyarakat mengambil langkah deteksi lebih awal ketika muncul keluhan atau faktor risiko.

Pesan “Don’t Miss a Beat” dalam peringatan Hari Jantung Sedunia menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengabaikan kesehatan jantung. Kesadaran mengenali risiko dan melakukan pemeriksaan sejak dini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung. (*)

Berita Terkait

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November
HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat
BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun
Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas
PT BGA Salurkan Sembako, Masker dan BBM untuk Penanganan Karhutla
Monitoring Sarana dan Prasarana Pendidikan di Lahei Barat, Iman Topik: Pastikan Kebutuhan Sekolah Terdata
Kades Pangkalan Satu Diduga Tidak Konsisten Dengan Pernyataan Dalam Sengketa Lahan
Dispora Kobar Lepas Atlet Tenis Meja ke Kejurnas

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat

Rabu, 30 September 2026 - 20:56 WIB

BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun

Senin, 28 September 2026 - 20:05 WIB

Hari Jantung Sedunia, RSSI Perkuat Kesadaran Deteksi Dini

Minggu, 20 September 2026 - 21:49 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas

Berita Terbaru

LINTAS DAERAH

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:34 WIB

LINTAS TNI

Pra TMMD, Kodim 1016/Plk Mulai Rehab Rumah Tidak Layak Huni

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:37 WIB

You cannot copy content of this page