LINTAS KALIMANTAN | PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group) bersama anak perusahaannya di Kalimantan Tengah turut mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyalurkan sejumlah bantuan kepada posko penanganan dan masyarakat di wilayah terdampak, Jumat (18/9).
Dukungan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah, mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok bagi personel dan relawan, perlindungan masyarakat dari paparan asap melalui pembagian masker, hingga dukungan bahan bakar minyak (BBM) untuk menunjang mobilitas Satgas Karhutla.
Bantuan sembako disalurkan ke Posko Penanganan Karhutla Kecamatan Kumai dan Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan personel dan relawan yang masih bertugas di posko.
Sementara itu, dukungan perlindungan bagi masyarakat dilakukan dengan menyiapkan ribuan masker untuk sejumlah desa. Sebanyak 3.000 masker disalurkan untuk Desa Pelantaran, 1.500 masker untuk Desa Keruing, dan 2.000 masker untuk Desa Pantai Harapan.
Pembagian masker dilakukan bersama Forkopimcam, pemerintah desa dan Karang Taruna setempat, dengan prioritas lingkungan sekolah. Masker tersebut diterima langsung oleh siswa tingkat SD dan SMP sebagai bagian dari upaya membantu mengurangi paparan asap selama kondisi karhutla berlangsung.
Dukungan serupa juga menjangkau Desa Tumbang Koling dan Selucing melalui koordinasi bersama Forkopimcam serta pemerintah desa setempat. Penyaluran dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Untuk mendukung mobilitas personel dan kendaraan operasional, PT BGA juga menyalurkan BBM kepada Posko Satgas Karhutla Kecamatan Kotawaringin Lama. BBM tersebut dimanfaatkan untuk menunjang pergerakan petugas menuju lokasi yang membutuhkan penanganan.
Corporate Affair Bumitama (BGA Group), M. Jauhari, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, sehingga koordinasi antarpihak menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi di lapangan.
“Penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah dan petugas pemadam, tetapi juga perusahaan serta masyarakat. Koordinasi antar pihak menjadi penting, terutama ketika kondisi di lapangan dapat berubah dan kebutuhan penanganan muncul di berbagai titik,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi dan kebutuhan di setiap wilayah tidak selalu sama. Karena itu, dukungan yang diberikan terus disesuaikan dengan situasi yang ditemui bersama pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla di masing-masing lokasi. (*)







