LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Gudang milik PT Intiboga Mandiri yang berada di Jalan G. Obos, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terbakar hebat pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Kobaran api menghanguskan bangunan gudang yang berada tepat di belakang Kantor BRI Unit G. Obos. Besarnya api sempat mengancam sejumlah bangunan perkantoran dan permukiman warga di sekitar lokasi.
Menurut keterangan warga, sebelum kebakaran terjadi terdengar suara seperti patahan kayu. Tak lama berselang, kobaran api terlihat dari area gudang dan dengan cepat membesar.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berteriak meminta bantuan. Sejumlah unit pemadam kebakaran dari berbagai unsur langsung berdatangan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.
Baca Juga : Berikut versi judul dan isi berita yang sudah disusun dengan gaya media nasional profesional, tetap berdasarkan isi yang kamu berikan: IRT di Palangka Raya Akhirnya Dapat Kembali Motor yang Digadai, Setelah Curhat ke Cak Sam Polda Kalteng Palangka Raya – Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Palangka Raya bernama Bunga (27) akhirnya bisa bernapas lega setelah sepeda motornya yang sempat digadai dan sulit ditebus, berhasil dikembalikan. Kasus ini mencuat setelah ia mengadu kepada Cak Sam dari Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (9/10/2025). Bunga menceritakan bahwa sepeda motor miliknya digadaikan oleh sang suami kepada Mawar (nama samaran), seorang makelar gadai perorangan. Namun saat ia hendak menebus kendaraan tersebut sesuai kesepakatan, Mawar justru mempersulit dan memberikan berbagai alasan. “Suami saya gadaikan motor ke orang. Setelah setengah bulan, saya mau tebus tapi orang itu tidak mau menyerahkan motor kami. Dari tanggal 1 kami sudah mau menebusnya, tapi sampai sekarang belum dikembalikan. Orangnya pun menghilang. Mohon bantuannya, Cak, karena orang ini tidak punya itikad baik,” ujar Bunga dalam laporannya kepada Cak Sam. Menanggapi hal tersebut, Cak Sam segera menghubungi Mawar. Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa Mawar hanyalah perantara atau makelar gadai yang sebelumnya juga pernah bermasalah dalam transaksi serupa. Melalui pendekatan persuasif, Cak Sam memberikan pembinaan kepada Mawar dan menekankan pentingnya mengembalikan sepeda motor milik Bunga sesuai perjanjian. Ia juga mengingatkan bahwa setiap usaha gadai wajib memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar kegiatan usahanya sah secara hukum dan menjamin perlindungan bagi konsumen. Tak lama setelah dihubungi, Mawar akhirnya menyerahkan kembali sepeda motor tersebut kepada Bunga. “Selamat siang, Cak. Saya yang tadi malam lapor. Alhamdulillah motor saya sudah dikembalikan. Setelah dihubungi pihak Polda, baru dia mau menyerahkan. Terima kasih banyak, semoga Cak Sam sehat selalu,” ungkap Bunga dengan rasa syukur. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi gadai, terutama dengan pihak perorangan yang tidak memiliki izin resmi. Apakah kamu ingin saya buatkan versi liputan gaya media daring (misalnya Kompas, Tribun, atau Detik) dengan format subjudul, kutipan, dan narasi yang lebih hidup seperti untuk publikasi online?
Kepala Bagian Operasi Emergency Response Palangka Raya, Yustinus Exaudi, mengatakan hingga Jumat pagi petugas masih melakukan proses pendinginan karena terdapat sejumlah titik api yang sulit dijangkau.
“Untuk di lokasi, sampai dengan saat ini regu satu Damkar masih melakukan pendinginan, karena masih ada beberapa titik lokasi api yang memang sulit dipadamkan,” ujar Yustinus dalam laporan di lokasi.
Menurutnya, proses pemadaman menghadapi kendala karena material yang terbakar terdiri dari berbagai bahan, termasuk tepung, minyak dan plastik.
“Kondisinya memang agak sulit dipadamkan, mengingat bahan yang terbakar ini ada campuran tepung dan minyak dan beberapa plastik,” katanya.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, Yustinus menyebut masih dalam proses penyelidikan. Tim Inafis masih melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengetahui sumber dan penyebab pasti kebakaran.
“Untuk dugaan kebakaran, penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi dari rekan-rekan Inafis,” ujarnya.
Hingga Jumat pagi, petugas pemadam kebakaran masih bersiaga di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. (*/rls/red)