Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Delapan Korban Helikopter PK-CFX di Perbukitan Sekadau

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | SEKADAU, KALIMANTAN BARAT — Tim SAR gabungan yang dipimpin oleh TNI Angkatan Udara (TNI AU) berhasil menuntaskan proses evakuasi delapan korban meninggal dunia dari lokasi jatuhnya helikopter sipil PK-CFX di wilayah perbukitan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (17/4/2026). Operasi kemanusiaan yang berlangsung di medan berat itu menjadi sorotan atas kerja cepat dan terkoordinasi lintas instansi dalam menjangkau lokasi yang sulit diakses.

Proses evakuasi dilakukan sebagai kelanjutan dari operasi pencarian setelah helikopter milik PT Matthew Air Nusantara tersebut ditemukan dalam kondisi hancur di kawasan perbukitan yang dipenuhi vegetasi lebat. Medan terjal dan minim akses darat menjadi tantangan utama bagi tim penyelamat dalam menjalankan misi.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, mengonfirmasi bahwa seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan selanjutnya dibawa menuju Pangkalan Udara (Lanud) Supadio, Pontianak.

“Seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Lanud Supadio untuk proses penanganan medis serta identifikasi lebih lanjut,” ujarnya.

Operasi SAR melibatkan unsur gabungan dari TNI AU, Basarnas, personel Kopasgat, aparat kepolisian, serta unsur pemerintah daerah setempat. Dalam misi tersebut, TNI AU mengerahkan helikopter NAS-332 Super Puma untuk mendukung pencarian dari udara sekaligus mempercepat proses evakuasi korban dari area pegunungan.

Baca Juga :  Polres Kobar Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumut, Sumbar, dan Aceh

Sejak laporan hilang kontak diterima pada Kamis (16/4/2026) pagi, tim SAR langsung bergerak melakukan penyisiran intensif. Helikopter nahas itu diketahui tengah melakukan penerbangan dari Bandara Sintang menuju Kubu Raya dengan membawa delapan orang, terdiri dari dua kru dan enam penumpang.

Sinyal terakhir pesawat diketahui berada di sekitar wilayah perbukitan sebelum komunikasi terputus sepenuhnya. Informasi tersebut menjadi dasar utama bagi tim pencarian untuk memusatkan operasi di area yang diduga menjadi lokasi jatuhnya helikopter.

Pencarian dari udara dilakukan secara intensif dengan memanfaatkan teknologi pemantauan koordinat dan observasi visual. Setelah beberapa jam penyisiran, tim akhirnya menemukan titik lokasi bangkai helikopter di tengah kawasan hutan perbukitan yang rimbun.

Meski lokasi telah ditemukan, proses evakuasi tidak berlangsung mudah. Tim SAR harus menghadapi medan ekstrem dengan lereng curam, pepohonan lebat, serta kondisi cuaca yang berubah-ubah.

Personel Kopasgat bersama tim Basarnas diterjunkan untuk melakukan akses langsung ke titik jatuhnya pesawat. Dengan peralatan khusus, para personel bekerja secara hati-hati untuk memastikan proses pengangkatan korban dapat dilakukan secara aman.

Baca Juga :  Sorotan dari Daerah: Tuntutan Penataan Sertifikasi Wartawan Menguat, Negara Diminta Hadir

Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menegaskan bahwa keselamatan tim penyelamat menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung.

“Medan di lokasi sangat menantang, namun seluruh personel bekerja maksimal dengan tetap mengedepankan faktor keselamatan,” katanya.

Keberhasilan evakuasi seluruh korban dinilai sebagai hasil dari sinergi yang kuat antara unsur militer, Basarnas, dan tim pendukung lainnya. Operasi ini sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan personel SAR dalam menghadapi situasi darurat di wilayah terpencil.

Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, fokus penanganan kini beralih pada proses identifikasi di Lanud Supadio. Tim medis dan forensik akan melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan identitas para korban sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Di sisi lain, otoritas penerbangan bersama pihak berwenang juga mulai melakukan investigasi mendalam terkait penyebab kecelakaan. Pemeriksaan terhadap puing-puing helikopter, sistem navigasi, serta kemungkinan faktor cuaca dan gangguan teknis menjadi bagian penting dalam penyelidikan.

Tragedi jatuhnya helikopter PK-CFX ini meninggalkan duka mendalam bagi dunia penerbangan sipil nasional. Sejumlah pihak turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengapresiasi kerja keras tim SAR gabungan yang berhasil menuntaskan misi kemanusiaan tersebut. (*/rls/tim/red)

 

Berita Terkait

Wali Kota Fairid Pastikan Kondisi SPBU di Palangka Raya Tetap Kondusif, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying
PT TOP Dorong Semangat Pelajar Barito Utara Raih Masa Depan Melalui Program Edukasi dan Motivasi
Fairid Naparin Pastikan Pasokan BBM Ditambah, Pemkot Palangka Raya Dorong SPBU Beroperasi hingga Dini Hari
Gubernur Agustiar Sabran Usul Legalisasi Pengecer BBM Saat Krisis Antrean SPBU di Palangka Raya
Antrean BBM Mengular di Palangka Raya, Warga Keluhkan Sulitnya Mendapat Pertalite dan Solar, Eceran Pinggir Jalan Langka
Kapolda Kalteng Dukung Film Kolosal “DAYAK”, Siap Kawal Produksi Hingga Angkat Budaya Bumi Tambun Bungai ke Pentas Nasional
Kalteng Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Agustan Saining Tekankan Deteksi Dini dan Respons Cepat
Penguatan Layanan Aduan Publik, Plt Kadiskominfosantik Kalteng Rangga Lesmana Tekankan Respons Cepat dan Terintegrasi

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:59 WIB

Wali Kota Fairid Pastikan Kondisi SPBU di Palangka Raya Tetap Kondusif, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:33 WIB

PT TOP Dorong Semangat Pelajar Barito Utara Raih Masa Depan Melalui Program Edukasi dan Motivasi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:20 WIB

Fairid Naparin Pastikan Pasokan BBM Ditambah, Pemkot Palangka Raya Dorong SPBU Beroperasi hingga Dini Hari

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:00 WIB

Antrean BBM Mengular di Palangka Raya, Warga Keluhkan Sulitnya Mendapat Pertalite dan Solar, Eceran Pinggir Jalan Langka

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:17 WIB

Kapolda Kalteng Dukung Film Kolosal “DAYAK”, Siap Kawal Produksi Hingga Angkat Budaya Bumi Tambun Bungai ke Pentas Nasional

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page