Janji PLN Dinilai Tak Terbukti, Aksi Kelima GPG Kembali Guncang Kantor PLN UP3 Palangka Raya

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) bersama Persatuan Peternak Kalimantan Tengah kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jalan A. Yani, Jumat (7/8/2026). Aksi ini menjadi yang kelima digelar di lokasi yang sama sebagai bentuk protes atas pemadaman listrik yang dinilai masih terus terjadi.

Massa menyebut aksi lanjutan ini dipicu belum terealisasinya komitmen yang sebelumnya disampaikan pihak PLN. Pada aksi jilid ketiga, General Manager PT PLN (Persero) UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah disebut menjanjikan persoalan pemadaman listrik akan tuntas pada 5 Agustus. Namun hingga dua hari setelah tenggat tersebut, warga di sejumlah wilayah Palangka Raya mengaku masih mengalami listrik padam secara bergantian atau byar-pet.

“Ini adalah tindak lanjut daripada janji General Manager PT PLN Persero UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang tidak tepat pada janjinya waktu kita aksi jilid ketiga,” ujar perwakilan Aliansi GPG, Fiteli Waruwu, di lokasi aksi.

Baca Juga :  Pemkab Kobar Peringati Hari Pahlawan,Tabur Bunga di Pelabuhan Panglima Utar Kumai

Menurut Fiteli, pihak PLN melalui Asisten Manajer Umum menjelaskan pemadaman masih terjadi akibat adanya kebocoran pada sistem yang terjadi pada 6 Agustus. Penjelasan tersebut, kata dia, belum mampu menjawab keresahan masyarakat yang telah berulang kali terdampak gangguan listrik.

Selain mempertanyakan kepastian berakhirnya pemadaman, massa juga meminta kejelasan mengenai kompensasi bagi pelanggan. Berdasarkan penjelasan yang diterima dari PLN, kompensasi disebut akan diberikan dalam bentuk tambahan kWh bagi pelanggan prabayar, sementara pelanggan pascabayar akan memperoleh pengurangan tagihan listrik.

“Untuk kompensasi itu dia dalam bentuk kWh. Jadi kompensasi bagi masyarakat yang mengalami kerugian itu dibuat dalam bentuk kWh,” kata Fiteli.

Dalam aksi tersebut, massa tetap membawa tiga tuntutan utama, yakni meminta kepastian kapan pemadaman benar-benar berakhir, menuntut skema kompensasi yang jelas bagi masyarakat terdampak, serta mendesak evaluasi hingga pencopotan General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah beserta jajaran manajer PLN di Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  ADA APA! KPHP Damai Terkesan Tutup Mata Atas Laporan Warga Maraknya Penebangan Kayu Ulin di Desa Suakong

Sejumlah pelaku usaha turut bergabung dalam aksi. Salah satunya Satrio, peternak ayam pedaging dan petelur, yang mengaku telah mengalami kerugian akibat pemadaman listrik berkepanjangan. Menurutnya, pernyataan perwakilan PLN yang menyebut perusahaan tidak akan mengganti ayam yang mati akibat pemadaman justru melukai perasaan para peternak.

“Kami tidak meminta Bapak untuk menggantikan ayam kami yang mati. Bukan seperti itu cara komunikasinya. Hari ini kami mencoba beradab untuk menyampaikan aksi kami, tetapi justru kami disakiti perasaan kami,” ujarnya.

Hingga aksi berlangsung, massa menyatakan akan terus mengawal penyelesaian persoalan pemadaman listrik serta menunggu realisasi komitmen dan kebijakan yang akan diambil pihak PLN. Sementara itu, pihak PLN menyampaikan bahwa gangguan masih dalam proses penanganan dan kompensasi bagi pelanggan akan mengikuti mekanisme yang berlaku.(*/rls/sgn/red)

Berita Terkait

Upaya Gubernur Agustiar Sabran Tingkatkan Kesejahteraan di Kalteng
Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November
HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat
BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun
Hari Jantung Sedunia, RSSI Perkuat Kesadaran Deteksi Dini
Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas
PT BGA Salurkan Sembako, Masker dan BBM untuk Penanganan Karhutla
Monitoring Sarana dan Prasarana Pendidikan di Lahei Barat, Iman Topik: Pastikan Kebutuhan Sekolah Terdata

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Upaya Gubernur Agustiar Sabran Tingkatkan Kesejahteraan di Kalteng

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat

Rabu, 30 September 2026 - 20:56 WIB

BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun

Senin, 28 September 2026 - 20:05 WIB

Hari Jantung Sedunia, RSSI Perkuat Kesadaran Deteksi Dini

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page