LINTAS KALIMANTAN | Upaya memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di Desa Bedaun. Pemerintah Desa Bedaun bersama PT Bumilanggeng Perdanatrada menggelar sosialisasi pencegahan dan penanggulangan karhutla yang berlangsung di Aula Desa Bedaun, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Bedaun Abdul Gani, Bhabinkamtibmas Desa Bedaun Mangimbo, perwakilan PT Bumilanggeng Perdanatrada, serta masyarakat dari berbagai unsur yang mengikuti sosialisasi dengan antusias.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mencegah serta menangani kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan sekitar perkebunan kelapa sawit. Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa PT Bumilanggeng Perdanatrada telah mengantongi sertifikasi ISPO dan RSPO yang mewajibkan perusahaan menerapkan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Materi yang diberikan meliputi langkah-langkah pencegahan kebakaran, prosedur penanganan ketika terjadi kebakaran, mulai dari pelaporan, pelokalisiran titik api hingga proses pemadaman. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai upaya rehabilitasi area terdampak agar kondisi lingkungan dapat kembali pulih.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif mengikuti jalannya sosialisasi. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait langkah pencegahan, pengendalian hingga penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap ancaman karhutla.
Kepala Desa Bedaun Abdul Gani mengatakan, PT Bumilanggeng Perdanatrada selama ini turut berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di wilayah desa. Perusahaan juga tergabung dalam kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang bersinergi bersama pemerintah desa dan masyarakat.
“Perusahaan tidak hanya membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga ikut mendukung penanggulangan kebakaran permukiman di seluruh wilayah Desa Bedaun. Kami berharap keterlibatan perusahaan dalam MPA semakin memperkuat upaya pencegahan sehingga semua pihak lebih proaktif menghadapi potensi kebakaran,” ujar Abdul Gani.
Melalui sosialisasi tersebut diharapkan pemahaman, kesadaran, dan partisipasi masyarakat semakin meningkat sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat dan perusahaan.(*)







