LINTAS KALIMANTAN | PALANGKA RAYA – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan karhutla berjalan secara langsung di lapangan. Kunjungan Wapres berlangsung di tengah kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Palangka Raya.
Gibran tiba di Palangka Raya melalui Bandara Tjilik Riwut dan disambut Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai, Kapolda Kalteng serta jajaran Forkopimda.
Salah satu lokasi yang ditinjau Wapres yakni SDN 02 Petuk Ketimpun, Palangka Raya. Di sekolah tersebut, Gibran melihat langsung aktivitas belajar mengajar siswa di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.
Wapres juga menyempatkan diri menyapa masyarakat dan menanyakan kondisi mereka. Ia mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan di tengah kualitas udara yang kurang bersahabat akibat karhutla.
“Bagaimana keadaan, jaga kesehatan,” ujar Gibran kepada warga.
Dari Petuk Ketimpun, rombongan Wapres kemudian menuju posko penanganan karhutla. Di lokasi tersebut, Gibran mendapatkan pemaparan mengenai kondisi kebakaran serta berbagai upaya yang dilakukan pemerintah bersama aparat gabungan untuk mengendalikan titik api.
Dalam peninjauan itu, Gibran melihat langsung tantangan yang dihadapi petugas, terutama dalam menangani kebakaran di kawasan lahan gambut.
Karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga dapat merambat dan bertahan di bawah lapisan gambut. Kondisi ini membuat petugas harus memastikan titik api benar-benar padam agar tidak kembali muncul.
Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian penting dalam penanganan karhutla di Kalteng, mengingat provinsi ini memiliki kawasan gambut yang cukup luas dan rentan terbakar saat musim kemarau.
Selain meninjau penanganan karhutla, rombongan Wapres juga dijadwalkan menuju kawasan Nyaru Menteng, Palangka Raya. Di kawasan rehabilitasi orangutan tersebut, Gibran melihat secara langsung dampak karhutla terhadap lingkungan dan kawasan konservasi.
Dampak karhutla tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat akibat paparan asap, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem dan habitat satwa yang berada di kawasan terdampak.
Kehadiran Wapres Gibran di Kalteng menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan karhutla yang hingga kini masih menjadi tantangan serius, khususnya di wilayah yang memiliki kawasan gambut.
Usai menjalani seluruh rangkaian kunjungan kerja di Kalteng, Gibran kemudian bertolak menuju Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (*/rls/red)







