Moulding Disorot di Pangkalan Banteng, Diduga Pengetap Solar Bersubsidi

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS KALIMANTAN | Sebuah usaha moulding kayu di Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menjadi sorotan yang diduga digunakan sebagai alasan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar padahal solar nya ditampung untuk dijual serta membeli kayu yang diduga tidak memiliki dokumen asal usul yang sah. Dugaan tersebut mencuat dari informasi yang diterima awak media, Senin (3/8/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, di depan lokasi usaha tersebut tampak sejumlah kendaraan tua yang diduga digunakan untuk melakukan pengisian BBM bersubsidi dan kendaraan ini tidak digunakan menempuh perjalanan ke tempat ratusan kilometer. Lokasi moulding itu juga berada tidak jauh dari sebuah SPBU di wilayah Kecamatan Pangkalan Banteng.

Baca Juga :  Sorotan dari Daerah: Tuntutan Penataan Sertifikasi Wartawan Menguat, Negara Diminta Hadir

Salah seorang sumber, Sygiet, mengungkapkan bahwa aktivitas di lokasi tersebut diduga tidak hanya berkaitan dengan usaha pengolahan kayu. Ia menduga terdapat praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi yang kemudian diperjualbelikan kembali.

“H. Man ini diduga membeli kayu dan menjual kayu tidak jelas asal usulnya dengan berkedok Molding dan juga diduga mengetap BBM bersubsidi dengan alasan untuk mesin moulding kayu namun di lapangan solar tersebut dijual,” ujar Sygiet kepada awak media.

Baca Juga :  Tarian Ja’i Bajawa Menggema di Barito Utara, Warnai Pentahbisan 4 Imam Baru di Arena Tiara Batara

Atas informasi tersebut, masyarakat berharap aparat penegak hukum bersama instansi terkait dapat melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut. Jika terbukti, penyalahgunaan BBM bersubsidi maupun perdagangan kayu tanpa dokumen yang sah merupakan pelanggaran hukum yang harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

Awak media menemui H. Man pemilik Molding tidak berada di tempat. Dan hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam dugaan tersebut belum memberikan keterangan maupun tanggapan. Awak media masih berupaya menghubungi pihak bersangkutan guna memperoleh klarifikasi sehingga pemberitaan tetap mengedepankan asas keberimbangan. (T)

Bersambung……..

 

Berita Terkait

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November
HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat
BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun
Hari Jantung Sedunia, RSSI Perkuat Kesadaran Deteksi Dini
Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas
PT BGA Salurkan Sembako, Masker dan BBM untuk Penanganan Karhutla
Monitoring Sarana dan Prasarana Pendidikan di Lahei Barat, Iman Topik: Pastikan Kebutuhan Sekolah Terdata
Kades Pangkalan Satu Diduga Tidak Konsisten Dengan Pernyataan Dalam Sengketa Lahan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

HUT ke-67 Kobar, Gubernur Kalteng Tingkatkan Kolaborasi dan Perkuat Kepedulian untuk Masyarakat

Rabu, 30 September 2026 - 20:56 WIB

BPJS Kesehatan Perkuat Koordinasi dengan RSSI Pangkalan Bun

Senin, 28 September 2026 - 20:05 WIB

Hari Jantung Sedunia, RSSI Perkuat Kesadaran Deteksi Dini

Minggu, 20 September 2026 - 21:49 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla di Kapuas

Berita Terbaru

LINTAS DAERAH

Terdampak Karhutla, Porprov Kalteng Bergeser ke Awal November

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:34 WIB

LINTAS TNI

Pra TMMD, Kodim 1016/Plk Mulai Rehab Rumah Tidak Layak Huni

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:37 WIB

You cannot copy content of this page